Zhujiajiao Ancient Town
Kota kuno bergaya Jiangnan di air yang paling terpelihara di sekitar Shanghai. Jaringan sungai dan danau, sejarah ribuan tahun, situs bersejarah,…

Zhujiajiao Ancient Town, Shanghai · AI illustration for China Trip
Fakta utama
- Tiket masuk
- Gratis; tur adat dan budaya ¥30; tur wisata sejarah Xin Shuixiang ¥60
- Jam buka
- 8:30—16:30
- Dengan mobil
- Pusat kota → Jalan Layang Yan'an → ruas masuk kota Jalan Tol Hu-Qing-Ping (Jalan A9) → Jalan Zhongchun → Jalan Hu-Qing-Ping (Jalan Nasional 318)
- Peringkat buku panduan
- 5 / 5
Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 985. Buka di Google Maps
Tentang Zhujiajiao Ancient Town
Kota kuno bergaya Jiangnan di air yang paling terpelihara di sekitar Shanghai. Jaringan sungai dan danau, sejarah ribuan tahun, situs bersejarah, dan kekayaan budayanya membentuk karakter Zhujiajiao. Tempat ini lebih sedikit diwarnai komersialisasi, sehingga terasa lebih segar dan alami.
Tips dari buku panduan
- Sebaiknya sediakan waktu yang cukup. Saat malam tiba, pesanlah sepoci teh di kedai teh di tepi Jembatan Fangsheng. Restoran kecil menyajikan hidangan ikan sungai yang tidak kalah enak dari restoran besar; intinya, segar. Selain itu, siapa pun yang pernah ke Zhujiajiao pasti merekomendasikan zongzi di sana. Aroma zongzi yang memenuhi jalan sulit dilupakan. Ada juga daging rebus Zhajiao (zha rou), gula batang lotus (tangyou), dan ikan kuning asap (xunhuang yu); tinggal berjalan di jalanan dan semuanya tersedia.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa harga tiket Zhujiajiao Ancient Town?
Tiket masuk Zhujiajiao Ancient Town adalah Gratis; tur adat dan budaya ¥30; tur wisata sejarah Xin Shuixiang ¥60, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.
Jam berapa Zhujiajiao Ancient Town buka?
Zhujiajiao Ancient Town buka 8:30—16:30.
Di mana Zhujiajiao Ancient Town?
Zhujiajiao Ancient Town terletak di Shanghai, Shanghai Municipality, di wilayah Tiongkok Timur China.
Tempat lain di Shanghai

Jiading Ancient Town
Kota kuno berusia lebih dari 780 tahun ini masih menyimpan berbagai peninggalan seperti menara, kuil, biara, dan pohon-pohon tua, tetapi tujuan yang paling ramai dikunjungi adalah Jalan Tua Zhouqiao. Berjarak sekitar 500 meter dari Pagoda Fahua, di sumbu tengah yang sama, Kuil Konfusius, Kolam Huilong, dan Bukit Yingkui berdiri tak jauh dari Jalan Tua Zhouqiao dan membentuk kawasan wisata lain yang unik. Khususnya Kuil Konfusius, yang layak disebut “yang terbaik di Wuzhong”.

Old City God Temple
Tempat untuk merasakan budaya rakyat Shanghai lama dalam waktu singkat. Kuil Kota Lama Chenghuang seperti pasar kuil yang tak pernah berhenti. Hampir semua yang Anda cari di pasar kuil lain ada di sini, dan yang paling terkenal tentu saja jajanan serta kerajinan tangannya. Kuil Kota Chenghuang dibangun pada masa Dinasti Ming era Yongle. Kuil yang berkali-kali hancur lalu dibangun kembali ini dibangun ulang pada 1926 dan direnovasi besar-besaran pada 1990-an, menjadi kompleks bangunan bergaya kuno sekaligus pusat perbelanjaan. Meski wajah barunya kehilangan sedikit suasana kawasan kota lama, pengunjung tetap berdatangan tanpa henti, menandakan daya tarik kuil ini. Ungkapan “Kuil lama, emas kuno, membawa keberuntungan untukmu” juga sudah dikenal luas.
Gratis · 1–3 jam

Shanghai Museum
Koleksi dan arsitekturnya bertaraf kelas dunia. Fokus koleksi, pameran, dan penelitiannya adalah seni kuno Tiongkok, dengan upaya menampilkan sejarah perkembangan lengkap setiap cabang seni. Kelengkapan sistemnya, kekayaan koleksinya, dan kualitas karyanya sangat termasyhur di dalam maupun luar negeri. Museum yang pindah ke sini pada 1995 ini memiliki desain yang khas, mengusung konsep arsitektur tradisional Tiongkok “langit bulat, bumi persegi” (天圆地方). Seluruh bentuknya menyerupai bejana perunggu kuno yang khidmat dan bersahaja. Museum Shanghai menyimpan hampir separuh seni kuno Tiongkok. Ruang pamerannya tidak berlebihan, namun mampu membuat pengunjung terpukau oleh sejarah Tiongkok.
Gratis, namun beberapa pameran khusus menerapkan sistem tiket dengan harga bervariasi · Lebih dari 3 jam

Zhaojialou Ancient Town
Zhaojialou menyimpan warisan budaya Haipai yang kaya dan melambangkan akar Shanghai. Dibangun pada awal Dinasti Yuan, tempat ini pernah menjadi lokasi pejabat Dinasti Ming mendirikan menara dan menggantung lonceng untuk mengingatkan para petani agar tidak melewatkan musim tanam, sebagai wujud penghormatan terhadap pertanian. Karena itulah tempat ini disebut "Zhaojiallou". Di sini terdapat bangunan bata abu-abu dan atap genteng hitam bergaya Ming-Qing, serta pemandangan jembatan kecil dan air mengalir khas Jiangnan. "Tiga Harta Zhaolou" adalah Domba Zhaolou, Kaki Babi Zhaolou, dan arak Zhaolou Daqu yang kini telah punah.
Gratis

Chongming Island
Pulau Chongming yang indah terletak di Delta Sungai Yangtze dan merupakan pulau pasir terbesar di dunia. Pepohonannya rindang, air jernih, dan langitnya bersih, menjadikannya pilihan ideal untuk wisata pinggiran Shanghai. Selain pemandangan alam yang nyaman, pulau ini juga memiliki banyak situs sejarah dan budaya, seperti Taman Yingzhou yang harum oleh bunga, Taman Dan di Kota Chengqiao yang berarsitektur klasik, serta Kuil Konfusius (Xuegong). Yang menarik, Pulau Chongming juga dikenal sebagai "Pulau Kepiting", karena lubang kepiting tersebar di seluruh pantainya hingga pasirnya "berlubang seribu".

Dianshan Lake
Danau Dianshan terhubung dengan Danau Tai di barat dan Sungai Huangpu di timur. Airnya jernih bagaikan cermin, menghadirkan panorama khas Jiangnan. Di bagian timur kawasan wisata terdapat "Fajar Musim Semi di Tanggul Willow", dengan tanggul yang dihiasi pohon willow hijau dan bunga merah, sementara di luarnya terbentang air biru yang luas. Di bagian barat terdapat "Pesona Kuno Kota Batu", yang memiliki pagoda bergaya kuno serta Taman Grand View Shanghai, replika dari "Mimpi di Paviliun Merah". Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga menyimpan banyak peninggalan bersejarah.
Gratis