Suzhou Creek
Bagi warga Shanghai asli, Sungai Suzhou bukan sekadar nama tempat, melainkan juga ingatan akan perubahan kota. Kini pabrik-pabrik tua di kedua tepi sungai telah pindah,…

Suzhou Creek, Shanghai · Legolas1024 · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
Fakta utama
- Cara menuju
- Naik bus nomor 37, 868, 22, atau 307, lalu turun di halte Jembatan Waibaidu (白渡桥)
- Peringkat buku panduan
- 4 / 5
Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 940. Buka di Google Maps
Tentang Suzhou Creek
Bagi warga Shanghai asli, Sungai Suzhou bukan sekadar nama tempat, melainkan juga ingatan akan perubahan kota. Kini pabrik-pabrik tua di kedua tepi sungai telah pindah, dan gedung-gedung kosong yang tersisa dijadikan studio dan galeri oleh para seniman. M50 Creative Park adalah contoh terbaiknya, dengan gaya gudang yang kasar dan khas. Berjalan menyusuri Sungai Suzhou, Anda dapat mendengar bunyi peluit kapal yang lambat dan panjang, serta merasakan kesibukan dan kejayaan Shanghai lama.
Tips dari buku panduan
- Jembatan paling terkenal di Sungai Suzhou adalah Jembatan Waibaidu (外白渡桥); hampir semua film Shanghai tahun 1920-an pasti menampilkannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menuju Suzhou Creek?
Naik bus nomor 37, 868, 22, atau 307, lalu turun di halte Jembatan Waibaidu (白渡桥)
Di mana Suzhou Creek?
Suzhou Creek terletak di Shanghai, Shanghai Municipality, di wilayah Tiongkok Timur China.
Tempat lain di Shanghai

Shanghai Museum
Koleksi dan arsitekturnya bertaraf kelas dunia. Fokus koleksi, pameran, dan penelitiannya adalah seni kuno Tiongkok, dengan upaya menampilkan sejarah perkembangan lengkap setiap cabang seni. Kelengkapan sistemnya, kekayaan koleksinya, dan kualitas karyanya sangat termasyhur di dalam maupun luar negeri. Museum yang pindah ke sini pada 1995 ini memiliki desain yang khas, mengusung konsep arsitektur tradisional Tiongkok “langit bulat, bumi persegi” (天圆地方). Seluruh bentuknya menyerupai bejana perunggu kuno yang khidmat dan bersahaja. Museum Shanghai menyimpan hampir separuh seni kuno Tiongkok. Ruang pamerannya tidak berlebihan, namun mampu membuat pengunjung terpukau oleh sejarah Tiongkok.
Gratis, namun beberapa pameran khusus menerapkan sistem tiket dengan harga bervariasi · Lebih dari 3 jam

Old City God Temple
Tempat untuk merasakan budaya rakyat Shanghai lama dalam waktu singkat. Kuil Kota Lama Chenghuang seperti pasar kuil yang tak pernah berhenti. Hampir semua yang Anda cari di pasar kuil lain ada di sini, dan yang paling terkenal tentu saja jajanan serta kerajinan tangannya. Kuil Kota Chenghuang dibangun pada masa Dinasti Ming era Yongle. Kuil yang berkali-kali hancur lalu dibangun kembali ini dibangun ulang pada 1926 dan direnovasi besar-besaran pada 1990-an, menjadi kompleks bangunan bergaya kuno sekaligus pusat perbelanjaan. Meski wajah barunya kehilangan sedikit suasana kawasan kota lama, pengunjung tetap berdatangan tanpa henti, menandakan daya tarik kuil ini. Ungkapan “Kuil lama, emas kuno, membawa keberuntungan untukmu” juga sudah dikenal luas.
Gratis · 1–3 jam

Zhujiajiao Ancient Town
Kota kuno bergaya Jiangnan di air yang paling terpelihara di sekitar Shanghai. Jaringan sungai dan danau, sejarah ribuan tahun, situs bersejarah, dan kekayaan budayanya membentuk karakter Zhujiajiao. Tempat ini lebih sedikit diwarnai komersialisasi, sehingga terasa lebih segar dan alami.
Gratis; tur adat dan budaya ¥30; tur wisata sejarah Xin Shuixiang ¥60

Jiading Ancient Town
Kota kuno berusia lebih dari 780 tahun ini masih menyimpan berbagai peninggalan seperti menara, kuil, biara, dan pohon-pohon tua, tetapi tujuan yang paling ramai dikunjungi adalah Jalan Tua Zhouqiao. Berjarak sekitar 500 meter dari Pagoda Fahua, di sumbu tengah yang sama, Kuil Konfusius, Kolam Huilong, dan Bukit Yingkui berdiri tak jauh dari Jalan Tua Zhouqiao dan membentuk kawasan wisata lain yang unik. Khususnya Kuil Konfusius, yang layak disebut “yang terbaik di Wuzhong”.
Nanjing Road
Daripada berbelanja, lebih baik jalan-jalan. Dulu dikenal sebagai “Sepuluh Mil Pasar Asing” (十里洋场), Nanjing Road adalah jalan perdagangan tertua di Shanghai dan kini juga disebut “Jalan Perdagangan Nomor Satu Tiongkok” (中华商业第一街). Membentang dari Bund di timur hingga persimpangan Jing'an Temple dan Yan'an West Road di barat, sepanjang 5,5 km, dengan lebih dari 600 toko di kedua sisinya. Pedestrian Street Nanjing Road yang baru, membentang dari Tibet Middle Road di barat hingga Henan Middle Road di timur, sangat cocok bagi yang ingin merasakan suasana komersial kota. Saat malam tiba, lampu neon berkilauan di sepanjang jalan, kemegahannya menyaingi New York dan Tokyo. Jika soal belanja, terutama pakaian, harganya kurang murah dibanding Qipu Road (七浦路) dan North Sichuan Road (四川北路) yang berdekatan, sementara kelasnya sedikit di bawah Huaihai Road (淮海路) dan Xujiahui (徐家汇). Serial televisi *Flowers of Shanghai (繁花)* juga menampilkan suasana Shanghai di sini dengan sangat memukau.

Shanghai Astronomy Museum
Museum astronomi terbesar di dunia. Area pameran utamanya terbagi menjadi tiga tema: Rumah (家园), Alam Semesta (宇宙), dan Perjalanan (征程). Bangunan utamanya berbentuk spiral, menyerupai “orbit benda langit”. Tiga elemen bundar khasnya, yaitu lubang langit-langit bundar, kubah terbalik, dan bioskop kubah, membentuk struktur “tiga-bentuk” (三体). Sejak dibuka, tiketnya selalu habis. Di sini, Anda tidak hanya dapat melihat fenomena menakjubkan alam semesta dan berbagai pengetahuannya, tetapi juga merasakan pengalaman visual yang memukau.
¥30; tiket bioskop kubah ¥40