Kuqa Palace
Kuqa, yang dahulu dikenal sebagai Qiuci, adalah kota penting di Jalur Sutra dan pusat politik, ekonomi, serta budaya Xiyu kuno.…
Kuqa Palace, Kuqa
Fakta utama
- Tiket masuk
- ¥55
- Jam buka
- 9:30—20:00
- Waktu yang dibutuhkan
- 2 jam
- Cara menuju
- Anda dapat naik taksi dari Terminal Bus Kuqa, perjalanan sekitar 15 menit.
- Peringkat buku panduan
- 4 / 5
Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 883. Buka di Google Maps
Tentang Kuqa Palace
Kuqa, yang dahulu dikenal sebagai Qiuci, adalah kota penting di Jalur Sutra dan pusat politik, ekonomi, serta budaya Xiyu kuno. Sejarah gemilang inilah yang mewariskan banyak situs dan benda budaya berharga di Kuqa. Istana Raja Kuqa dibangun pada 1759. Dua belas raja Kuqa yang diangkat oleh pemerintah Dinasti Qing pernah tinggal di sini, dan gaya arsitekturnya memadukan unsur budaya Uighur, Han, dan etnis lainnya. Istana ini dahulu dihuni oleh pangeran dan permaisuri terakhir di China. Sayangnya, Pangeran tua telah wafat, sementara Permaisuri masih tinggal di istana. Istana Raja Kuqa dapat dikatakan miniatur budaya Qiuci. Di sini, pengunjung dapat merasakan kedalaman dan keluasan budaya Qiuci, serta memahami pasang surut keluarga Raja Kuqa dan sejarah perkembangan sosial-ekonomi Kuqa.
Tips dari buku panduan
- Istana Raja Kuqa tidak jauh dari Masjid Agung Kuqa, sekitar 1 km dengan berjalan kaki, sehingga keduanya dapat dikunjungi bersamaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa harga tiket Kuqa Palace?
Tiket masuk Kuqa Palace adalah ¥55, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.
Jam berapa Kuqa Palace buka?
Kuqa Palace buka 9:30—20:00.
Bagaimana cara menuju Kuqa Palace?
Anda dapat naik taksi dari Terminal Bus Kuqa, perjalanan sekitar 15 menit.
Berapa lama sebaiknya saya berada di Kuqa Palace?
Sediakan waktu 2 jam untuk Kuqa Palace.
Di mana Kuqa Palace?
Kuqa Palace terletak di Kuqa, Xinjiang Uygur Autonomous Region, di wilayah Barat Laut China.
Tempat lain di Kuqa
Kuqa Grand Mosque
Masjid Agung Kuqa konon didirikan pada abad ke-16 oleh pemimpin Islam Xinjiang selama perjalanan dakwahnya dari Kashgar ke Kuqa. Kompleks masjid ini terdiri dari aula salat, menara azan, dan menara pengamat bulan, dengan gaya arsitektur Uighur yang kental, dan mampu menampung ribuan jemaah. Dari menara azan, seluruh kota dapat dipandang. Ukiran, lukisan dinding, dan kaligrafi di dalam aula sangat indah dan halus.
¥15 · 1–2 jam
Big and Small Dragon Lakes
Danau Naga Besar dan Danau Naga Kecil terletak sekitar 120 km di sebelah timur laut Stasiun Kuqa. Danau Naga Besar adalah danau pegunungan tinggi yang terbentuk dari lelehan salju Pegunungan Tianshan. Perairannya luas dan jernih hingga ke dasar, bagaikan cermin, dikelilingi gunung dengan puncak bersalju, lereng yang ditumbuhi cemara hijau, rerumputan yang subur, dan kawanan ternak. Legenda menyebutkan bahwa Ibu Suri Barat (Xiwangmu) pernah mandi di sini. Sekitar 4 km dari Danau Naga Besar terdapat Danau Naga Kecil, bagaikan permata bening yang saling berbalas dengan danau besarnya. Kedua danau ini terkenal dengan keindahan pemandangan danau dan pegunungannya. Saat musim panas tiba, gerimis lembut turun, dan lereng hijau dengan cemara yang berlapis-lapis, dipadukan dengan puncak bersalju, membuat hati tenang dan enggan untuk pergi.
¥20 · 0,5–2 jam

Kizil Caves
Salah satu dari empat gua Buddha terbesar di Tiongkok, berjarak lebih dari 70 km barat laut Kuqa, dan merupakan persinggahan terpenting dalam perjalanan di Kuqa. Gua-gua ini mulai dipahat pada abad ke-3, yaitu pada akhir Dinasti Han Timur. Pada abad ke-5 hingga ke-7, gua-gua ini berada dalam masa kejayaan. Pada waktu itu, Kerajaan Qiuci memiliki lebih dari 100.000 penduduk, dan lebih dari 10.000 biksu berlatih di Gua Seribu Buddha. Memasuki abad ke-8, akibat peperangan dan masuknya agama lain, suara pahatan di gua-gua perlahan berhenti. Gua-gua ini terletak di tebing sisi utara Lembah Sungai Muzat, terdiri atas 236 gua besar dan kecil. Di antaranya, 135 gua masih terawat cukup baik dan 80 gua memiliki lukisan dinding. Kompleks ini merupakan gua tertua dan terbesar yang pernah dipahat di Tiongkok. Lukisan dinding yang masih tersisa seluas lebih dari 10.000 meter persegi, dan merupakan harta paling berharga Gua Seribu Buddha Kizil. Karena Qiuci menganut Buddhisme Hinayana, gaya lukisan dindingnya berbeda dari wilayah lain, dengan pola belah ketupat misterius yang sering terlihat dan konon menjadi ciri khas gua-gua Qiuci.
¥70 · 1–3 jam
Kucha (Qiuci) Ancient City Ruins
Kerajaan Qiuci adalah pusat politik Xiyu kuno dan merupakan jalur wajib Jalur Sutra kuno, simpul penghubung Timur dan Barat. Kini, ribuan tahun sejarah telah menelan kemegahan kota ini, hanya menyisakan reruntuhan yang suram dan samar-samar dapat dikenali. Dari kota kuno, hanya tiga sisi tembok yang masih dapat dikenali; tembok sisi barat sudah lenyap sama sekali.
0,5–1 jam
Tianshan Mysterious Grand Canyon
Ngarai Misterius Tianshan dikenal sebagai salah satu dari sepuluh ngarai terindah di Tiongkok. Ngarai ini terletak di kaki selatan Pegunungan Tianshan, di Kecamatan Aiyi, Kota Kuqa, Xinjiang. Ngarai ini tersusun dari kelompok gunung raksasa berwarna merah kecokelatan, yang oleh penduduk setempat disebut ‘Kizilya’, yang dalam bahasa Uighur berarti ‘tebing merah’. Meskipun berada di wilayah daratan kering yang tertutup pasir halus, ngarai ini memiliki mata air jernih yang mengalir deras. Air yang gemericik mengalir, kadang terlihat dan kadang tersembunyi, dan itu merupakan keajaiban tersendiri. Sekitar 1,4 km dari mulut ngarai, pada tebing batu, terdapat sebuah gua yang dalam. Di dinding gua masih tersisa lukisan dinding dan aksara Han, yang menambah kesan misterius pada ngarai ini.
¥45 · 2–3 jam