Dongxi Lane
Dongxi Lane berdekatan dengan Istana Jingjiang dan merupakan kawasan komersial terpadu yang memadukan budaya, belanja, kuliner, rekreasi, dan hiburan.…
Dongxi Lane, Guilin
Fakta utama
- Waktu yang dibutuhkan
- 2–3 jam
- Peringkat buku panduan
- 4 / 5
Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 2419. Buka di Google Maps
Tentang Dongxi Lane
Dongxi Lane berdekatan dengan Istana Jingjiang dan merupakan kawasan komersial terpadu yang memadukan budaya, belanja, kuliner, rekreasi, dan hiburan. Kawasan ini adalah satu-satunya kawasan jalan bersejarah yang tersisa dari era Ming dan Qing di Guilin, tempat untuk menikmati wajah Guilin kuno. Kawasan ini mencakup Gang Timur Jalan Zhengyang, Gang Jiangnan, Gang Lanjing, dan gang-gang tradisional Guilin lainnya. Di sini, budaya tradisional berpadu dengan arsitektur khas. Kompleks bangunan bergaya Ming-Qing di Dongxi Lane lama telah direstorasi, dan kawasan bersejarah multibudaya ini menampilkan ciri khas “jalan pasar dan kediaman para bangsawan” kepada pengunjung.
Tips dari buku panduan
- Siang hari pengunjung lebih sedikit sehingga cocok untuk memotret; malam hari lebih ramai dan cocok untuk mencari kuliner.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama sebaiknya saya berada di Dongxi Lane?
Sediakan waktu 2–3 jam untuk Dongxi Lane.
Di mana Dongxi Lane?
Dongxi Lane terletak di Guilin, Guangxi Zhuang Autonomous Region, di wilayah Tiongkok Selatan China. Persimpangan Jalan Zhengyang dan Jalan Jiefang Timur, 100 meter ke timur, Distrik Xiufeng, Kota Guilin, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi
Tempat lain di Guilin

Two Rivers and Four Lakes (Ring City Waterway)
Lebih dari 800 tahun yang lalu, Dua Sungai Empat Danau juga ramai oleh perahu seperti sekarang, dan warga di kedua tepi sungai, seperti kita hari ini, menjadikan tempat ini sebagai destinasi untuk menikmati keindahan gunung dan air. Bedanya, kini cahaya neon yang gemerlap menggantikan lentera merah besar pada masa Dinasti Song. Sistem perairan kota ini mencakup Sungai Li, Sungai Taohua, Danau Ronghu, Danau Shan, Danau Gui, dan Danau Mulong. Pemandangan di sepanjang tepiannya tentu indah, tetapi keindahan paling memukau justru ada di malam hari. Jangan khawatir kegelapan malam akan menutupi pandangan Anda; sebaliknya, malam adalah saat pesona kota ini mulai terpancar. Baik saat berperahu di Danau Dangbo maupun berjalan kaki di tepian, Anda bisa menikmati pemandangan malam yang memikat.
Tur malam Dua Sungai Empat Danau: ¥210; tur malam Empat Danau (pulang-pergi): ¥175; tur siang Satu Sungai Empat Danau: ¥90 untuk dewasa; tiket naik menara: ¥35 · 1–2 jam
Sun and Moon Twin Pagodas Cultural Park
Pagoda Kembar Matahari dan Bulan di Guilin dijuluki sebagai menara tembaga terbesar di dunia. Pagoda ini berdiri di sumbu tengah Kota Guilin, bersebelahan dengan “Bulan di Air Gunung Gajah”. Pagoda Matahari terbuat dari tembaga, setinggi 41 meter dengan 9 lantai, dan pengunjung dapat naik lift ke puncaknya untuk memandang Kota Guilin dari atas. Pagoda Bulan adalah menara glasir, setinggi 35 meter dengan 7 lantai, tempat orang berdoa kepada Dewa Pernikahan (Yuelao). Kedua pagoda juga menyimpan keajaiban tersembunyi, yaitu jembatan di dasar danau di bawah pagoda. Kini tempat ini telah menjadi lokasi menikmati pemandangan malam yang sangat indah di Guilin.
¥35 · 1 jam

Solitary Beauty Peak · Prince City Scenic Area
Puncak Duxiu di dalam istana merupakan tempat yang bagus untuk memandang seluruh Kota Guilin dari atas. Di istana ini pernah tinggal 14 raja dari 12 generasi. Ini adalah istana Raja Jingjiang, yang dianugerahkan kepada cucu keponakan Kaisar Hongwu, Zhu Shouqian, dan merupakan istana Ming yang paling terpelihara di seluruh Tiongkok. Ungkapan terkenal “Pemandangan gunung dan air Guilin adalah yang terindah di kolong langit” berasal dari ukiran batu Dinasti Song di Puncak Duxiu di dalam istana.
¥100 · 3–4 jam

Reed Flute Cave
Memasuki Gua Ludi seperti membuka tirai demi tirai; setiap kali melewati satu bagian, muncul perasaan seolah memasuki dunia lain. Ribuan batu aneh masing-masing memiliki pesonanya sendiri, ada yang indah, ada yang sakral, ada pula yang nyeleneh; jika dijelajahi dengan saksama, Anda pasti akan takjub. Istana Kristal adalah bagian paling megah di dalam gua. Stalaktitnya sangat mirip adegan Sun Wukong mengacau Istana Naga Laut Timur, penuh nuansa mitologi. Namun, campur tangan manusia di Gua Ludi cukup terasa dan tiketnya tergolong mahal, sehingga bagi yang kurang berminat, boleh mengambil jalan lain.
¥90 · 1 jam

Elephant Trunk Hill Scenic Area
Dengan menyewa rakit bambu untuk berkeliling di atas danau, Anda bisa mendekati Bukit Gajah dengan paling dekat. Sambil menikmati keindahannya, jangan lupa mengabadikan momen, kalau tidak rasanya sia-sia datang ke Guilin. Bagi sebagian besar warga Guilin, Bukit Gajah adalah lambang kota ini. Bukit ini tersusun dari batu kapur yang mengendap di dasar laut ratusan juta tahun lalu, dan merupakan representasi bentang alam karst. Di dalam kawasan juga terdapat peninggalan ukiran batu pada tebing; yang paling berharga adalah prasasti puisi karya Lu You, dan pengunjung yang menyukai sastra klasik tidak boleh melewatkannya.
1–2 jam
Crown Cave
Gua Guanyan terletak di Desa Caoping di tepi timur Sungai Li, merupakan gua sungai bawah tanah yang sangat besar. Bentuk gunungnya menyerupai mahkota ungu kuno, dan karena di bawah gunung terdapat gua, dinamakanlah Guanyan (Gua Mahkota). Bagian gua air Guanyan sudah lama tertutup sehingga keindahannya terjaga dengan baik. Di dalamnya terdapat berbagai stalaktit, stalagmit, pilar batu, tirai batu, serta banyak formasi lain seperti kolam awan, bendungan tepi batu, pipa angsa, mutiara gua, dan kuali langit yang beragam bentuk dan memesona.
¥60; tiket kereta luncur wisata sekali jalan ¥40 · 1–2 jam