Yangzhou, Jiangsu Province

Daming Temple

大明寺Sejarah & budaya · Fotografi · Alam

Daming Temple (Kuil Daming) berdiri di lereng gunung dan menghadap air, memiliki sejarah panjang dan lingkungan yang indah. Kuil ini merupakan destinasi wisata keagamaan yang memadukan kuil Buddha,…

Daming Temple

Daming Temple, Yangzhou · Gisling · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons

Fakta utama

Tiket masuk
Musim sepi ¥30; musim ramai ¥45; naik pagoda + memukul lonceng ¥25
Jam buka
8:00—16:30
Waktu yang dibutuhkan
1–2 jam
Cara menuju
Dekat Daming Temple (halte bus)
Peringkat buku panduan
4 / 5

Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 1099. Buka di Google Maps

Tentang Daming Temple

Daming Temple (Kuil Daming) berdiri di lereng gunung dan menghadap air, memiliki sejarah panjang dan lingkungan yang indah. Kuil ini merupakan destinasi wisata keagamaan yang memadukan kuil Buddha, peninggalan budaya, dan keindahan taman.

Sejak dahulu, banyak biksu agung lahir dari Daming Temple. Raja, orang bijak, sastrawan, dan tokoh terpelajar pernah berkumpul di sini. Para wisatawan betah berlama-lama, dan peziarah yang berdoa pulang dengan harapan akan keberuntungan dan umur panjang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket Daming Temple?

Tiket masuk Daming Temple adalah Musim sepi ¥30; musim ramai ¥45; naik pagoda + memukul lonceng ¥25, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.

Jam berapa Daming Temple buka?

Daming Temple buka 8:00—16:30.

Bagaimana cara menuju Daming Temple?

Dekat Daming Temple (halte bus)

Berapa lama sebaiknya saya berada di Daming Temple?

Sediakan waktu 1–2 jam untuk Daming Temple.

Di mana Daming Temple?

Daming Temple terletak di Yangzhou, Jiangsu Province, di wilayah Tiongkok Timur China.

Tempat lain di Yangzhou

Heyuan Garden — illustration

Heyuan Garden

Begitu memasuki taman, Anda mungkin merasa pemandangannya sangat familiar. Lebih dari seratus serial TV dan film, seperti Dream of the Red Chamber, Princess Pei Pei, dan Cang Tian You Lei, pernah mengambil gambar di sini. He Garden (Heyuan) bisa dianggap sebagai karya terbaik taman Yangzhou pada akhir Dinasti Qing. Taman ini memiliki koridor berlapis yang khas, jalan berliku yang membawa ke tempat-tempat tersembunyi, dan jembatan batu dengan pagar. Kecerdikan dan teknik dalam arsitektur tamannya perlu dinikmati dengan saksama. Di dalam taman tersimpan karya asli Han Qi, Su Shi, Tang Yin, Zheng Xie, dan Liu Yong yang layak diapresiasi perlahan.

Musim ramai ¥45; musim sepi ¥30 · 1–2 jam

Geyuan Garden — illustration

Geyuan Garden

Taman Geyuan adalah salah satu taman paling terkenal di Yangzhou. Taman ini dibangun oleh Huang Zhiyun, Kepala Garam Dua Huai, pada masa Jiaqing dan Daoguang Dinasti Qing, di atas bekas Taman Shouzhi dari masa Dinasti Ming. Berbeda dengan taman lain yang mengandalkan tumpukan batu, Taman Geyuan menonjolkan bambu dan batu, dengan bambu hijau tumbuh di mana-mana. Bahkan nama taman, “个”, diambil dari separuh karakter “竹” (bambu), selaras dengan bambu-bambu di halaman. Selera dan kecerdasan pemiliknya tercermin di dalamnya.

Musim ramai ¥45; musim sepi ¥30 · 1–2 jam

Yangzhou Historic Residences

Lu Residence (Kediaman Lu) adalah rumah mewah terbesar milik pedagang garam Yangzhou pada akhir Dinasti Qing, dijuluki 'Rumah Pertama Pedagang Garam'. Kediaman Lu memiliki lima 'terbesar': lahan terluas, halaman terluas, bangunan terbanyak, aula terlapang, dan waktu pembangunan terpanjang. Wang Family Garden (Taman Wang) adalah salah satu kediaman besar pedagang garam dari akhir Dinasti Qing hingga awal Republik yang paling utuh di Yangzhou. Tata letaknya seimbang, saling terhubung secara vertikal dan horizontal, dengan bagian dalam dan luar yang menyatu dengan luwes. Ini merupakan salah satu pola tradisional rumah besar Yangzhou. Tamannya mungil dan elegan, dengan ukiran indah di setiap sudutnya. Kediaman Wu Daotai adalah salah satu dari tiga kediaman megah Jiangnan, memadukan gaya Jiangnan dan Barat. Yang paling patut diperhatikan di dalam kompleks ini adalah perpustakaan Cehai Lou, yang meniru Tianyi Pavilion di Ningbo. Pada masa kejayaannya, perpustakaan ini menyimpan 240.000 jilid buku, namun sayangnya kini sudah tercerai-berai.

Eight Eccentrics of Yangzhou Memorial Hall

Kata 'chou ba guai' (丑八怪, 'delapan makhluk jelek') yang kini dikenal semua orang berkaitan erat dengan delapan tokoh Yangzhou pada masa Dinasti Qing. Yang paling patut dikenang generasi mendatang adalah pengaruh mereka terhadap budaya Tiongkok, dan Eight Eccentrics Memorial Hall di Yangzhou adalah ruang kelas terbaik untuk memahaminya.

¥24 · 1–3 jam

Slender West Lake

Sebuah aliran sungai alami yang permukaannya ramping seperti gadis yang tertiup angin, sehingga para cendekiawan menjulukinya 'Shouxi' (Danau Barat Ramping). Kata 'ramping' itu telah membuat wisatawan dari masa ke masa berbondong-bondong datang. Pemandangan Jiangnan hampir selalu melibatkan sentuhan buatan manusia, sehingga penilaiannya pun beragam. Namun, bagaimanapun juga, ke Yangzhou berarti tidak boleh melewatkan Shouxi.

¥100 · 3–5 jam

Thousand Islands Rapeseed Flower Scenic Area

Ladang bunga rapeseed di sini dipotong aliran sungai menjadi bentuk-bentuk seperti potongan kue, bagai hidangan manis di atas meja hijau yang memikat. Naiklah perahu dayung dan berkeliling di tengah ladang kuning keemasan. Kelincahan air dan kehidupan bunga, dengan hembusan angin sepoi dan ayunan air yang santai, membuat segala kegundahan seakan lenyap.

¥50 (tiket perahu + tiket masuk ¥100) · 2–4 jam