Wisata sehari dari Linfen

Yuncheng Salt Lake

盐湖Alam

Danau Garam Yuncheng dapat disandingkan dengan Laut Mati di Israel yang terkenal. Lumpur hitam di danau ini mengandung 7 unsur makro dan 16 unsur mikro. Pengunjung dapat mengapung di air danau,…

Yuncheng Salt Lake, Linfen

Fakta utama

Tiket masuk
Tiket terusan ¥198 (termasuk terapi garam, berenang mengapung, terapi lumpur hitam, dan terapi air mineral)
Jam buka
8:00—20:30
Waktu yang dibutuhkan
3–5 jam
Cara menuju
Dekat Danau Garam Yuncheng (halte bus). Atau naik taksi dari pusat kota dengan tarif sekitar ¥10.
Peringkat buku panduan
4 / 5

Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 1862. Buka di Google Maps

Tentang Yuncheng Salt Lake

Danau Garam Yuncheng dapat disandingkan dengan Laut Mati di Israel yang terkenal. Lumpur hitam di danau ini mengandung 7 unsur makro dan 16 unsur mikro. Pengunjung dapat mengapung di air danau, dan lumpur hitamnya dipercaya dapat membuat kulit halus dan sehat, sehingga Danau Garam Yuncheng dijuluki “Laut Mati China”.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket Yuncheng Salt Lake?

Tiket masuk Yuncheng Salt Lake adalah Tiket terusan ¥198 (termasuk terapi garam, berenang mengapung, terapi lumpur hitam, dan terapi air mineral), sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.

Jam berapa Yuncheng Salt Lake buka?

Yuncheng Salt Lake buka 8:00—20:30.

Bagaimana cara menuju Yuncheng Salt Lake?

Dekat Danau Garam Yuncheng (halte bus). Atau naik taksi dari pusat kota dengan tarif sekitar ¥10.

Berapa lama sebaiknya saya berada di Yuncheng Salt Lake?

Sediakan waktu 3–5 jam untuk Yuncheng Salt Lake.

Di mana Yuncheng Salt Lake?

Yuncheng Salt Lake terletak di Linfen, Shanxi Province, di wilayah Tiongkok Utara China.

Tempat lain di Linfen

Hongdong Great Locust Tree — illustration

Hongdong Great Locust Tree

“Tanyakan di mana kampung halamanku, Pohon Dahuaishu di Hongdong, Shanxi. Tanyakan di mana rumah leluhurku, sarang gagak di bawah pohon Dahuaishu.” Sejak Dinasti Ming, balada rakyat ini telah beredar luas di berbagai daerah China dan sering terdengar di kalangan Tionghoa perantauan dan diaspora. Pohon Dahuaishu Hongdong menjadi sandaran batin bagi generasi Tionghoa karena melambangkan kerinduan leluhur akan tanah dan rumah mereka, sekaligus kenangan pahit keturunan mereka atas gerakan migrasi besar-besaran pada masa Dinasti Ming. Pohon Dahuaishu Hongdong terletak 2 km di barat laut pusat Kabupaten Hongdong. Pohon purba dari masa Dinasti Han telah musnah akibat bencana alam. Yang berdiri sekarang adalah pohon generasi ketiga yang tumbuh dari akarnya, menjulang setinggi beberapa zhang, dengan batang yang kokoh dan dedaunan yang rimbun.

Musim ramai ¥80; musim sepi ¥60 · 2–3 jam

Hukou Waterfall — illustration

Hukou Waterfall

“Ombak datang bagai pulau-pulau yang menjulang ke langit, menggulung menjadi guntur yang mengguncang bumi” — puisi ini sangat tepat untuk menggambarkan Air Terjun Hukou. Di hulu, Sungai Kuning memiliki lebar lebih dari 300 meter. Ketika tiba di sini, air dijepit oleh gunung-gunung di kedua sisinya dan terkurung dalam ngarai batu yang sempit, tiba-tiba menyempit menjadi 20–30 meter, lalu meluncur deras dengan gelombang dahsyat. Gunung bergemuruh dan lembah bergema; dilihat seperti naga raksasa menari di gelombang, didengar seperti ribuan kuda berpacu. Pengunjung yang berdiri di tepi sungai tak kuasa membayangkan: “Angin meraung, kuda meringkik, Sungai Kuning menggelegar,” inilah gambaran nyata di balik lagu yang gagah itu. Di titik jatuhnya air Sungai Kuning di Hukou, tepat di tengah mulut air terjun, terdapat sebuah batu licin mengilap yang disebut “Batu Kura-kura” (龟石). Batu ini naik turun mengikuti permukaan air. Entah debit air besar atau kecil, selalu ada sedikit yang tampak, sehingga menambah misteri pada air terjun ini.

¥100 · 2–3 jam

Wangmang Ridge

Punggung Wangmang dipenuhi batu-batu runcing dan pemandangan yang megah. Yang paling menakjubkan adalah matahari terbit, dengan lautan awan yang luas yang dapat disejajarkan dengan Gunung Tai. Ada pula puncak-puncak yang aneh, desir pinus, embun beku, dan es menggantung, sehingga keindahannya sangat beragam dan menjadikannya surga bagi para fotografer. Di tebing curam terdapat jalan “menggantung” sepanjang 7,5 km yang dipahat dengan palu besi. Jalan ini sangat langka dan pada tahun 2009 terpilih sebagai salah satu dari “60 Landmark Baru China”.

¥110 · 5,5–6 jam

Jiezhou Guandi Temple

Jiezhou Guandi Temple

Kuil Guandi dibangun untuk memuja Guan Yu, jenderal Negara Shu pada masa Tiga Kerajaan. Guan Yu disejajarkan dengan “Sang Suci Sastra” Konfusius dan dihormati sebagai “Guan Gong, Dewa Perang”. Di Asia Tenggara, karena keteladanannya yang luar biasa, ia dihormati sebagai pelindung perdagangan, “Dewa Kekayaan”, dan menempati posisi tertinggi di antara dewa kekayaan sipil dan militer. Kuil Guandi Jiezhou adalah kuil Guandi yang paling asli dan paling bermakna secara tradisional, sekaligus kuil bergaya istana terbesar di China.

Musim ramai ¥60; musim sepi ¥50 · 1–2 jam

Puji Temple

Puji Temple

Tempat lahirnya “Kisah Paviliun Barat” (Xixiang Ji). Di kuil terdapat ruang belajar, taman belakang, aula dharma, dan aula Buddha yang dibangun mengikuti alur cerita drama tersebut, serta sekelompok patung lilin yang menghidupkan kembali adegan-adegan terkenalnya. Menara Yingying adalah bangunan paling terkenal di kuil ini, setinggi 50 meter dengan 13 lantai. Strukturnya unik. Ketika batu dipukulkan ke badan menara, terdengar gema yang jelas, menjadikannya salah satu bangunan bergema yang langka di China.

Musim ramai ¥60; musim sepi ¥50 · 2–3 jam

Qiankun Bay

Qiankun Bay

Kawasan wisata Teluk Qiankun memadukan pemandangan, rekreasi, liburan, dan penelitian ilmiah. Dengan keajaiban alam yang memukau serta kedalaman sejarah dan budaya, kawasan ini membentuk pemandangan Sungai Kuning yang tiada duanya. Ngarai ini dinobatkan oleh majalah National Geographic China sebagai salah satu dari “Sepuluh Ngarai Terindah di China”.

¥80 · 1–2 jam