Dunhuang, Gansu Province

Yadan National Geopark

雅丹国家地质公园Sejarah & budaya · Alam

Terletak 85 km di barat Gerbang Yumen, kawasan ini merupakan gugusan formasi yardang yang khas. Secara keseluruhan, tempat ini tampak seperti kota kuno abad pertengahan.…

Yadan National Geopark — illustration

Yadan National Geopark, Dunhuang · AI illustration for China Trip

Fakta utama

Tiket masuk
¥120 (termasuk mobil wisata)
Jam buka
6:30—19:00
Waktu yang dibutuhkan
2–3 jam
Cara menuju
Disarankan menggunakan mobil carteran, sekitar ¥500
Peringkat buku panduan
5 / 5

Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 759. Buka di Google Maps

Tentang Yadan National Geopark

Terletak 85 km di barat Gerbang Yumen, kawasan ini merupakan gugusan formasi yardang yang khas. Secara keseluruhan, tempat ini tampak seperti kota kuno abad pertengahan. Banyak bangunan terkenal dunia dapat ditemukan dalam versi miniatur di sini, seperti Kuil Langit di Beijing, Istana Potala di Tibet, Piramida Mesir, dan masjid-masjid Arab. Karya agung alam yang dibentuk seolah oleh tangan dewa ini membuat siapa pun yang berada di sana terpana, seakan memasuki museum seni arsitektur dunia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket Yadan National Geopark?

Tiket masuk Yadan National Geopark adalah ¥120 (termasuk mobil wisata), sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.

Jam berapa Yadan National Geopark buka?

Yadan National Geopark buka 6:30—19:00.

Bagaimana cara menuju Yadan National Geopark?

Disarankan menggunakan mobil carteran, sekitar ¥500

Berapa lama sebaiknya saya berada di Yadan National Geopark?

Sediakan waktu 2–3 jam untuk Yadan National Geopark.

Di mana Yadan National Geopark?

Yadan National Geopark terletak di Dunhuang, Gansu Province, di wilayah Barat Laut China.

Tempat lain di Dunhuang

Mingsha Mountain and Crescent Spring Scenic Area — illustration

Mingsha Mountain and Crescent Spring Scenic Area

Gunung Mingsha yang membentang sepanjang 40 km diselimuti pasir keemasan, dan rombongan unta yang membawa wisatawan yang gembira menyusuri puncak-puncak bukit pasir. Danau Yueyaquan (Mata Air Bulan Sabit), yang dikelilingi bukit pasir di ketiga sisinya, dijuluki mata air suci karena “pasir tidak menimbun air, dan air tidak pernah kering”. Gunung Mingsha, Danau Yueyaquan, dan lanskap seni Gua Mogao menyatu menjadi “dua keajaiban” yang saling berkaitan di selatan kota Dunhuang. Ada yang mengatakan bahwa Yueyaquan adalah setetes air mata di tengah gurun. Waktu terbaik untuk menikmati Gunung Mingsha dan Yueyaquan: musim panas untuk melihat matahari terbit di pagi hari dan matahari terbenam di sore hari; musim dingin paling bagus di tengah hari. Pemandangan matahari terbenam di Gunung Mingsha sangat indah dan tidak boleh dilewatkan, jadi waktu terbaik untuk berkunjung adalah senja di musim panas. Saat menyewa unta di kawasan wisata, sepakati harga terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman. Angin pasir di bukit cukup kencang, jadi sebaiknya lakukan langkah perlindungan.

¥110 · 3–4 jam

Mogao Caves — illustration

Mogao Caves

Terletak 25 km di tenggara Kota Dunhuang, di sisi selatan Gunung Mingsha, Gua Mogao adalah gua terbesar di Tiongkok. Yang paling menonjol adalah lukisan dinding dan pewarnaannya. Patung dan lukisan dibuat sejak masa Qin Awal hingga Sui-Tang, sehingga dianggap sebagai harta seni Tiongkok. Pada 1900, Taois Wang Yuanlu menemukan Gua Perpustakaan (Cangjingdong) yang menyimpan hampir 60.000 benda bersejarah, termasuk kitab Buddha dalam berbagai bahasa, catatan sejarah, surat, karya sastra, dan dokumen sosial. Harta ini merupakan gudang penelitian sejarah Tiongkok abad ke-4 hingga ke-11. Sayangnya, pada akhir Dinasti Qing dan awal Republik, kekacauan sosial menyebabkan banyak benda dibawa keluar oleh orang asing, sehingga benda di Gua Perpustakaan yang masih tersisa di Tiongkok kurang dari sepertiga dari jumlah saat ditemukan. Saat ini terdapat 492 gua, dengan 2.415 patung berwarna dan 45.000 m² lukisan dinding. Paviliun Sembilan Lantai (Jiucenglou) adalah bangunan ikonik Mogao, di dalamnya terdapat satu patung Buddha raksasa dari tanah liat berinti batu setinggi 34 m dari masa Tang. Bersama Buddha setinggi 26 m di seberangnya, keduanya dikenal sebagai Buddha Utara dan Buddha Selatan.

Musim ramai: tiket penuh ¥238 (8 gua fisik ¥180 + film digital ¥48 + transportasi pulang-pergi ke Mogao ¥10); tiket film ¥50 (mencakup film digital “Seribu Tahun Mogao” dan film kubah “Istana Buddha dalam Mimpi”) Musim sepi: tiket penuh ¥140 (12 gua fisik Mogao ¥90 + film digital ¥40 + transportasi pulang-pergi ke Mogao ¥10); tiket jalur khusus Feitian ¥140 (kunjungan jalur tematik Feitian Mogao + konten virtual digital); tiket film ¥40 (mencakup film digital “Seribu Tahun Mogao” dan film kubah “Istana Buddha dalam Mimpi”) · Lebih dari 3 jam

Yumenguan Pass Ruins Scenic Area

Yumenguan Pass Ruins Scenic Area

Tempat ini adalah lokasi yang disebut dalam bait tragis “Angin musim semi tak pernah melewati Gerbang Yumen”. Suasana sunyi dalam puisi itu menyentuh generasi demi generasi dan membuat orang merindukan benteng kuno yang misterius ini. Jejak waktu dan endapan sejarah cukup untuk membuat “kota kecil persegi” ini terus bersinar selamanya.

¥40 · 1 jam

Yangguan Pass Scenic Area

Yangguan Pass Scenic Area

Di kaki bukit terdapat danau kecil berhias alang-alang yang sangat indah di tengah gurun Gobi dan padang pasir. Perjalanan pulang-pergi melewati formasi yardang, pohon poplar yang menjulang, semak tamarix dan alang-alang di lembah sungai, serta gubuk-gubuk di puncak bukit seberang tempat anggur dikeringkan. Perjalanan ini tidak pernah membosankan. “Silakan habiskan secawan anggur lagi, sebab di luar Gerbang Yang tiada lagi sahabat.” Kota kuno yang puisinya telah dilantunkan para cendekiawan dari generasi ke generasi ini, selama berabad-abad tetap setia menjaga menara sinyal terakhirnya.

¥50 (termasuk Museum Yangguan) · 2–3 jam

Dunhuang Ancient City

Kota Kuno Dunhuang adalah salah satu daya tarik penting dalam rute wisata Dunhuang Barat, dan biasanya dikunjungi bersama Situs Yangguan, Gerbang Yumen, dan Geopark Yadan. Kota ini dibangun pada 1987 untuk film sejarah Tiongkok-Jepang “Dunhuang”, meniru kota Shazhou pada masa Dinasti Song. Kemudian, kota ini juga menjadi lokasi syuting berbagai film dan acara televisi, seperti “Feng Shen Yan Yi”, “New Dragon Gate Inn”, dan “Keep Running”. Pengunjung dapat menikmati arsitektur kuno bergaya barat laut, berjalan-jalan di jalanan tua, mengambil foto bernuansa klasik, serta mencari berbagai adegan film dan serial yang sudah akrab. Kota Kuno Dunhuang memiliki lima jalan utama, yaitu Jalan Dunhuang, Jalan Gaochang, Jalan Ganzhou, Jalan Xingqing, dan Jalan Bianliang. Arsitektur setiap jalan mencerminkan karakter wilayah tertentu, sehingga berjalan di antaranya memberi kesan seperti melintasi berbagai daerah yang unik dan menarik.

¥40 · 1–2 jam

Yulin Caves

Yulin Caves

Gua Yulin memiliki 43 gua lukisan dinding seribu tahun yang terpelihara dengan baik, 272 patung berwarna, serta lebih dari 5.650 meter persegi lukisan dinding. Skalanya megah dan lukisannya sangat indah. Patung Maitreya berlapis emas setinggi 25 meter tampak gemilang dan megah, sementara Delapan Belas Arhat yang realistis dan luar biasa, serta arhat bisu yang hidup dan ekspresif, merupakan karya klasik dari patung-patung Gua Yulin yang sangat langka di dunia.

Tiket umum: ¥40; tiket kunjungan gua representatif: Gua 2 ¥100, Gua 3 ¥150, Gua 4 ¥100, Gua 25 ¥200 · 2–3 jam