Garze Prefecture, Sichuan Province · 稻城

Xinduqiao Town

新都桥镇Hiking · Fotografi · Alam

Xinduqiao memang tidak memiliki objek wisata ikonik yang menonjol, tetapi di sepanjang jalan terdapat lebih dari 10 km yang dikenal sebagai “Koridor Fotografer”.…

Xinduqiao Town

Xinduqiao Town, Garze Prefecture · rheins · CC BY 3.0 · Wikimedia Commons

Fakta utama

Tiket masuk
Gratis
Jam buka
Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026)
Waktu yang dibutuhkan
2~3 jam
Cara menuju
Bus: 1. Dari Terminal Bus Xinnanmen di Chengdu, naik bus ke Yajiang; ada bus pukul 7:00 dan 8:00 setiap hari 2. Di Stasiun Bus Kangding tersedia bus ke Xinduqiao dengan tarif sekitar ¥20/orang, tetapi tiketnya sulit didapat Carter: Dari Kangding, mencarter kendaraan ke Xinduqiao biasanya sekitar ¥300. Disarankan mencarter langsung ke Danba, melewati Xinduqiao, Padang Rumput Tagong, dan Hutan Batu Bamei; mobil juga akan mengantar penumpang ke Desa Tibet Jiaju di Danba dengan biaya sekitar ¥650.
Peringkat buku panduan
4 / 5

Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 405. Buka di Google Maps

Tentang Xinduqiao Town

Xinduqiao memang tidak memiliki objek wisata ikonik yang menonjol, tetapi di sepanjang jalan terdapat lebih dari 10 km yang dikenal sebagai “Koridor Fotografer”. Ini menjadi pilihan yang bagus bagi wisatawan Jalan Sichuan–Tibet yang singgah untuk menikmati pemandangan dan memuaskan hasrat memotret. Dari sini Anda juga dapat memandang kejauhan Gunung Gongga, Raja Gunung-Gunung Shu.

Tips dari buku panduan

  • 1. Musim terbaik: Juni–November. Mulai akhir November, Xinduqiao mulai diselimuti salju. Jalan pegunungan dapat terputus karena tertutup salju dan baru bisa dilalui kembali setelah salju mencair pada Maret tahun berikutnya.
  • 2. Carter kendaraan: Karena Xinduqiao sendiri tidak memiliki banyak objek wisata, keindahan alamnya tersebar di sepanjang jalan, terutama di ruas dari Gunung Zheduo hingga Xinduqiao. Oleh karena itu, perjalanan mandiri sangat disarankan dengan mencarter kendaraan agar Anda bisa berhenti kapan saja untuk menikmati pemandangan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket Xinduqiao Town?

Tiket masuk Xinduqiao Town adalah Gratis, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.

Jam berapa Xinduqiao Town buka?

Xinduqiao Town buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026).

Bagaimana cara menuju Xinduqiao Town?

Bus: 1. Dari Terminal Bus Xinnanmen di Chengdu, naik bus ke Yajiang; ada bus pukul 7:00 dan 8:00 setiap hari 2. Di Stasiun Bus Kangding tersedia bus ke Xinduqiao dengan tarif sekitar ¥20/orang, tetapi tiketnya sulit didapat Carter: Dari Kangding, mencarter kendaraan ke Xinduqiao biasanya sekitar ¥300. Disarankan mencarter langsung ke Danba, melewati Xinduqiao, Padang Rumput Tagong, dan Hutan Batu Bamei; mobil juga akan mengantar penumpang ke Desa Tibet Jiaju di Danba dengan biaya sekitar ¥650.

Berapa lama sebaiknya saya berada di Xinduqiao Town?

Sediakan waktu 2~3 jam untuk Xinduqiao Town.

Di mana Xinduqiao Town?

Xinduqiao Town terletak di Garze Prefecture, Sichuan Province, di wilayah Barat Daya China. Bagian barat Kota Kangding, berjarak 81 km dari pusat kabupaten

Tempat lain di Garze Prefecture

Larong Wuming Buddhist Academy — illustration

Larong Wuming Buddhist Academy

Akademi Buddhis Larong Wuming di Seda adalah akademi Buddhis berskala sangat besar. Di bawah langit biru dan di antara padang rumput pegunungan, dengan aula sutra besar sebagai pusatnya, ribuan rumah kayu kecil memenuhi lereng-lereng di keempat sisi. Rumah-rumah kayu berwarna merah tua itu membentang dan berbukit-bukit, sungguh spektakuler. Di dalam akademi terdapat banyak jalan setapak yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Dari lereng di sebelah barat daya menara pemutar sutra, seluruh akademi dapat dipandang dari atas, dan inilah tempat terbaik untuk memotret panorama keseluruhan akademi. Di puncak tertinggi dalam akademi berdiri sebuah mandala (tancheng) yang besar dan berkilau keemasan. Dinding merah dan atap emasnya menjulang ke awan. Strukturnya yang bertingkat tiga, makin ke atas makin terang dan makin lapang, membuat tempat suci ini tampak semakin khidmat dan agung.

Gratis · 0.5~1 hari

Daocheng Yading — illustration

Daocheng Yading

Pada 1928, penjelajah Amerika Joseph Rock tiba di Daocheng dan memublikasikan foto-fotonya di majalah *National Geographic* Amerika, yang langsung menimbulkan sensasi besar. Sejak itu, Daocheng Yading yang tertidur dalam aliran es waktu mulai memperlihatkan wajah tertuanya yang paling murni, dan orang-orang terpesona oleh daya tarik “tanah murni terakhir di planet biru” ini. Kuil Chonggu, Padang Rumput Luorong, Danau Lima Warna, dan Danau Susu masing-masing menghadirkan ketenangan ala “Shangri-La”. Yang paling misterius adalah tiga gunung suci: Xiannairi, Yangmaiyong, dan Xianaduoji. Ketiganya berdiri membentuk huruf “品” dan secara bersama disebut “Nianqing Gongga Risong Gongbu”, yang dalam bahasa Tibet berarti “tempat suci tiga gunung pelindung yang saljunya tak pernah mencair”; nama Buddhisnya adalah “Gunung Salju Tiga Pelindung”. Ini adalah gunung suci dalam Buddhisme Tibet, dan menjadi impian setiap orang Tibet untuk mengelilinginya dalam ziarah setidaknya sekali seumur hidup.

¥146 (April–November), ¥120 (Desember–Maret), kereta wisata ¥120 · 1–2 hari

Tagong Grassland

“Tagong” dalam bahasa Tibet berarti “tempat yang disukai Bodhisattva”. Ini adalah padang rumput peternakan murni di bawah langit yang cerah tanpa awan. Pada musim panas dan gugur, padang rumput ini dipenuhi festival pacuan kuda tradisional yang meriah. Kuil Tagong adalah salah satu kuil terkenal, dijuluki “Jokhang Kecil”. Di dalamnya terdapat tiga patung Buddha Sakyamuni setinggi badan pada usia 12 tahun, dan kuil ini menjadi salah satu tujuan ziarah masyarakat Tibet di wilayah Kham. Setiap tanggal 6 hingga 17 bulan keenam kalender Tibet, selama festival pelindung Dharma, diadakan pertunjukan “Cham” (tarian suci). Di sisi kiri kuil terdapat hutan stupa, dengan empat stupa merah, kuning, putih, dan hijau yang paling terkenal. Di belakang kuil berdiri tiga gunung suci yang dipenuhi bendera doa mani, tampak megah dan misterius.

Gratis · 3~4 jam

Mugecuo Scenic Area

Berada di ketinggian sekitar 4.000 meter, nama Tibet “Muge” berarti “Laut Manusia Liar”. Kawasan ini memadukan hutan purba, padang rumput, pegunungan bersalju, dan danau dalam satu tempat, bagaikan versi ringkas dari Jiuzhaigou. Danau Besar Muge menghadirkan pesona wisata “3S” yang terkenal di seluruh dunia: matahari (Sun), pasir (Sand), dan ombak (Sea). Kolam Obat dan Mata Air Panas memiliki hampir seratus mata air obat dengan khasiat yang berbeda-beda. Yang paling menakjubkan, di kolam obat bersuhu 80℃ ternyata hidup loach merah yang berenang dengan riang. Padang Rumput Muge tersambung dengan Padang Rumput Tagong.

¥105 (April–November) / ¥75 (Desember–Maret) · 3~4 jam

Litang

Litang

Begitu mendengar nama Litang, orang langsung teringat pada puisi cinta Tshangyang Gyatso: “Wahai bangau putih, pinjamkanlah sepasang sayapmu. Aku tak akan terbang ke tempat yang jauh, hanya sampai Litang lalu kembali.” Litang berada di ketinggian 4.014 meter dan dikenal dengan julukan “Kota Tertinggi di Dunia”. Di sini terbentang Padang Rumput Maoya yang luas, Biara Litang aliran Gelug yang suci, dan Gunung Suci Genie yang menjulang tinggi.

Gratis · 1~2 hari

Shenmulei

Kawasan wisata yang baru naik daun belakangan ini, merupakan bagian dari Kawasan Pemandangan Gunung Jiajin. Pemandangan utamanya meliputi hutan, pegunungan bersalju, aliran sungai, padang rumput gunung, dan kolam kalsit (travertin) gunung. Objek wisata utamanya antara lain Hongshanping, Shenmulei, Kolam Lima Warna, dan Hutan Rhododendron Bijiaopo. Yang paling dinantikan adalah keaslian hutan purbanya yang masih terjaga dengan sangat baik.

Musim sepi ¥40, musim ramai ¥52