Shenzhen, Guangdong Province

Window of the World

世界之窗Hiking · Fotografi · Kota & santai

Di bawah gerbang paifang khas Tiongkok, beli sebuah “paspor” dan mulailah “perjalanan keliling dunia”. Dari Angkor Wat di Kamboja, Piramida Mesir, dan Taj Mahal di India,…

Window of the World, Shenzhen

Fakta utama

Tiket masuk
Siang hari ¥220; pertunjukan malam ¥100 setelah pukul 19:30
Jam buka
9:00—21:30
Waktu yang dibutuhkan
0,5–1 hari
Cara menuju
Dekat Window of the World (halte bus), Window of the World (stasiun metro)
Peringkat buku panduan
3 / 5

Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 2350. Buka di Google Maps

Tentang Window of the World

Di bawah gerbang paifang khas Tiongkok, beli sebuah “paspor” dan mulailah “perjalanan keliling dunia”. Dari Angkor Wat di Kamboja, Piramida Mesir, dan Taj Mahal di India, hingga Menara Eiffel di Prancis dan Gedung Opera Sydney di Australia, Anda seakan menjelajahi dunia dalam mimpi sekaligus kenyataan. Mungkin inilah rahasia keberhasilan Window of the World.

Tips dari buku panduan

  • Stasiun metro “Piramida”: Di depan Window of the World terdapat bangunan piramida transparan. Para pecinta film akan merasa akrab dengannya, karena bentuknya mirip piramida kaca Louvre yang misterius dalam *The Da Vinci Code*. Banyak orang yang tidak tahu sulit menebak bahwa piramida ini sebenarnya adalah pintu keluar-masuk stasiun metro Window of the World.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket Window of the World?

Tiket masuk Window of the World adalah Siang hari ¥220; pertunjukan malam ¥100 setelah pukul 19:30, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.

Jam berapa Window of the World buka?

Window of the World buka 9:00—21:30.

Bagaimana cara menuju Window of the World?

Dekat Window of the World (halte bus), Window of the World (stasiun metro)

Berapa lama sebaiknya saya berada di Window of the World?

Sediakan waktu 0,5–1 hari untuk Window of the World.

Di mana Window of the World?

Window of the World terletak di Shenzhen, Guangdong Province, di wilayah Tiongkok Selatan China.

Tempat lain di Shenzhen

Xiaomeisha Seaside Park

Dijuluki “Hawaii Timur”. Pantainya bagaikan bulan sabit yang terbentang di antara langit biru dan ombak jernih, menambah kesan anggun dan memesona. Alam yang murah hati menjadikan tempat ini destinasi liburan pantai ideal bagi warga kota. Pada malam hari tersedia plaza barbekyu terbuka berskala besar, dan Anda juga bisa berkemah di sini sambil menikmati angin laut yang sejuk, lalu menyaksikan matahari terbit di tepi pantai keesokan harinya.

¥50; Ocean World ¥170 · 1–2 hari

Dapeng Fortress

Benteng Dapeng dahulu merupakan benteng pertahanan maritim di selatan Tiongkok pada masa Dinasti Ming dan Qing, dan hingga kini masih mempertahankan gerbang, menara, jalan, serta rumah tradisional yang bernuansa kuno. Nama “Kota Peng” yang kini dipakai untuk Shenzhen berasal dari sini. Pada masa Dinasti Ming, banyak jenderal terkenal lahir di tempat ini, seperti Liu Zhong yang bergelar Jenderal Wulue dan keluarga Lai dengan “lima jenderal dalam tiga generasi”, sehingga tempat ini juga dijuluki “Desa Jenderal”. Di sini Anda dapat melihat banyak bekas kediaman jenderal serta peninggalan terkait pertahanan laut.

Gratis · 2–3 jam

Dameisha Seaside Park

Pantai paling populer di Shenzhen dan salah satu ikon kota. Pasirnya halus, angin lautnya segar dan lembap, sehingga pantai ini benar-benar menjadi lautan kegembiraan. Setiap tahun puluhan ribu wisatawan datang berkunjung, dan warga setempat pun sudah menjadikannya tempat bersantai favorit pada sore hari musim panas.

Gratis · 3 jam

Shekou

Shekou berbatasan dengan Teluk Shenzhen di timur dan Muara Sungai Mutiara di barat, serta berhadapan di seberang laut dengan Yuen Long dan Lau Fau Shan di New Territories, Hong Kong. Beberapa dekade lalu tempat ini hanyalah desa nelayan kecil. Kini terdapat Haishang Shijie (Sea World), Jalan Wanghai, mercusuar, serta kuliner dan pemandangan yang tak ada habisnya. Shekou adalah saksi nyata pesatnya perkembangan zaman.

Gratis · 3-4 jam

Ganken Ancient Town

Ganken, salah satu dari “Sepuluh Desa Kuno Hakka Shenzhen”, dahulu menjadi permukiman suku Hakka dan memiliki banyak bangunan kuno. Di antaranya terdapat Nanxiang Lou yang telah berusia lebih dari 120 tahun, Istana Juara (Zhuangyuan Fu) yang dibangun pada masa Yongzheng, serta menara pertahanan, menara batu, arcade, dan rumah panggung. Bangunan-bangunan bersejarah ini, bersama deretan rumah Hakka berusia ratusan tahun, menjadi jendela untuk memahami budaya Hakka yang kaya.

Tiket Museum Huangzhi Fenghuanggu ¥26 · 0,5–1 hari

Nan'ao (Dapeng Peninsula)

Mungkin Anda pernah melihat pemandangan laut Sanya, bahkan Hawaii, tetapi itu tidak mengurangi pesona Nan'ao sebagai tempat untuk merasakan laut yang alami dan bersahabat. Di sini juga terdapat jalur trekking pantai Dongchong–Xichong, yang disebut para pelancong sebagai “rute trekking pantai paling klasik”. Pemula dapat mencobanya; selain sensasi menyusuri garis pantai, Anda juga dapat menikmati keindahan Pantai Dongchong dan Xichong. Tidak ada wahana permainan yang beragam di sini, tetapi laut yang masih alami membuatnya cocok bagi keluarga maupun pasangan. Setelah lelah bermain, duduk sambil minum sesuatu, atau bermain kartu bersama sahabat di tepi laut, adalah kenikmatan tersendiri. Selain itu, makan seafood di keramba apung di laut adalah kegiatan yang paling populer di Nan'ao; keramba-keramba itu seperti warung makan di atas air yang mengapung di permukaan laut.

Gratis (area gratis, objek wisata kecil di dalamnya dikenakan biaya terpisah) · 1–2 hari