Goddess Peak
Selain hujan dan awan Wushan, keistimewaan lain Ngarai Wu adalah puncak-puncaknya yang dalam, elok, dan mempesona. Di kedua tepi ngarai, pegunungan hijau tiada henti,…
Goddess Peak, Chongqing
Fakta utama
- Tiket masuk
- Gratis
- Jam buka
- 8:00—17:30
- Waktu yang dibutuhkan
- 2–3 jam
- Cara menuju
- Dapat terlihat saat kapal pesiar melintasi Wushan
- Peringkat buku panduan
- 3 / 5
Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 451. Buka di Google Maps
Tentang Goddess Peak
Selain hujan dan awan Wushan, keistimewaan lain Ngarai Wu adalah puncak-puncaknya yang dalam, elok, dan mempesona. Di kedua tepi ngarai, pegunungan hijau tiada henti, berjajar seperti layar dan menjulang ke langit. Ngarainya dalam dan panjang, sungainya berkelok, dan kapal berlayar di antaranya, di mana setiap tikungan membawa pemandangan yang berubah.
Di antara puncak-puncak di kedua tepi Ngarai Wu, dua belas puncak yang masing-masing memiliki ciri khas sangat menonjol, dan di antaranya Puncak Dewi (Shennü Feng) adalah yang paling ramping dan paling elok. Karena bentuk puncak dan lembahnya menyerupai seorang dewi, ditambah legenda indah yang menyertainya, bebatuan tak bernyawa pun terasa memiliki pesona tersendiri. Saat matahari terbit, sinarnya muncul dari kedalaman Puncak Dewi, dan pemandangan ini selalu menjadi ikon klasik Tiga Ngarai. Setelah Proyek Bendungan Tiga Ngarai rampung, air genangan menenggelamkan bagian bawah Puncak Dewi kurang dari 50 meter, namun hal itu tidak mengurangi keindahannya secara berarti.
Tips dari buku panduan
- Waktu terbaik untuk melihat matahari terbit: musim semi dan musim panas pukul 6:30–8:30; musim gugur dan musim dingin pukul 7:30–9:00.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa harga tiket Goddess Peak?
Tiket masuk Goddess Peak adalah Gratis, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.
Jam berapa Goddess Peak buka?
Goddess Peak buka 8:00—17:30.
Bagaimana cara menuju Goddess Peak?
Dapat terlihat saat kapal pesiar melintasi Wushan
Berapa lama sebaiknya saya berada di Goddess Peak?
Sediakan waktu 2–3 jam untuk Goddess Peak.
Di mana Goddess Peak?
Goddess Peak terletak di Chongqing, Chongqing Municipality, di wilayah Barat Daya China.
Tempat lain di Chongqing

Jinfo Mountain
Gunung, air, hutan, batu, dan gua berpadu menjadi satu kesatuan alam yang dapat ditemui di seluruh Tiongkok barat daya, tetapi Gunung Jinfo memiliki ciri khasnya sendiri. Kawasan ini juga dilengkapi arena ski dan fasilitas hiburan lainnya, sehingga menjadi tempat yang baik untuk bermain salju di musim dingin. Kawasan Gunung Jinfo terdiri dari tiga gunung: Jinfo, Baizhi, dan Jingba. Di tengah medannya yang kompleks tersembunyi pepohonan langka, bunga-bunga indah, dan banyak satwa dilindungi tingkat nasional. Bagi warga kota yang semakin ingin dekat dengan alam, tempat ini adalah kebun satwa liar yang menenangkan jiwa dan memberi udara segar.
Paket Gerbang Barat ¥260 (tiket masuk + kereta gantung + bus); Paket Gerbang Utara ¥220 (tiket masuk + kereta gantung) · 1–2 hari

Ciqikou Ancient Town
“Satu jalan batu, Ciqikou seribu tahun.” Bagi pencinta kota kuno dan budaya rakyat, Ciqikou adalah kota kuno berusia 1.700 tahun di tepi Sungai Jialing. Bagi para pencinta kuliner, datang ke Ciqikou berarti wajib mencicipi “Tiga Keunggulan”-nya: qianzhang (lembaran tahu kering), mahua yu (ikan mahua, kue pelintir berbentuk ikan), dan maoxuewang (hot pot pedas berisi jeroan dan darah).
3–4 jam
Qutang Gorge
Tempat pertama di Tiga Ngarai, sekaligus ngarai terpendek. Ngarai Qutang membentang dari Baidicheng di Fengjie di barat hingga Sungai Daning di Wushan di timur, dengan panjang hanya 8 kilometer. Objek wisata utama di ruas ini antara lain Baidicheng, situs budaya kuno Daxi, dan peti mati gantung suku Ba kuno.
Gratis · 2–3 jam
Wu Gorge
Ngarai Wu, juga dikenal sebagai 'Ngarai Besar', terkenal dengan keindahannya ('xiu') dan merupakan bagian paling memukau dari Tiga Ngarai. Ngarainya dalam dan berliku, terbentuk karena Sungai Yangtze memotong sumbu antiklin pegunungan Wushan. Seluruh kawasan ngarai dipenuhi puncak-puncak tajam dan bebatuan yang bergerigi. Gunung-gunung berjajar bagai layar, dan sungai berkelok seperti galeri panjang yang penuh puisi dan lukisan. Ngarai Wu sempit dan dalam, dengan sinar matahari yang singkat. Kabut tebal menggantung dan berputar di dalam ngarai, membentuk awan dengan berbagai bentuk, dan itulah yang disebut 'Cahaya Buddha Ngarai Wu'. Karena itu, para penyair zaman dahulu meninggalkan bait legendaris: 'Pernah menyaksikan lautan, sungai pun tampak hambar; selain Gunung Wu, awan tak lagi memikat.'
1–3 jam
Shibaozhai
Keindahan Shibaozhai yang memukau terutama karena bangunannya berdiri di tebing Gunung Yuyin, memadukan kegagahan pegunungan dengan arsitektur. Menara bertingkat dua belas yang dibangun di lereng gunung ini setinggi 56 meter dan seluruhnya berstruktur kayu. Ini adalah satu-satunya bangunan dengan struktur kayu gaya 'chuandou' yang tersisa di Tiongkok. Seluruh bangunannya tidak menggunakan satu pun paku besi dan tetap terawat baik selama lebih dari 300 tahun, sungguh sebuah keajaiban arsitektur.
¥45 · 2–3 jam
Sanyou Cave Scenic Area
Gua Sanyou, Menara Chusai, Panggung Genderang Zhang Fei, Mata Air Lu You, dan Sungai Xialao. Mendengar nama-nama tempat ini saja sudah terbayang betapa banyak tokoh sejarah yang pernah melintas di tanah Chu yang kaya akan orang-orang besar.
¥65 · 2–3 jam