Wisata sehari dari Xining

Delingha City

德令哈市Sejarah & budaya

Kota ini terletak di tepi timur laut Cekungan Qaidam. Dalam puisi "Catatan Harian" (日记) yang ditulis penyair Hai Zi pada 1988, terdapat baris "Kakak, malam ini aku berada di Delingha",…

Delingha City

Delingha City, Xining · Baycrest · CC BY-SA 2.5 · Wikimedia Commons

Fakta utama

Cara menuju
Dari Xining ada kereta menuju Delingha. Kereta cepat tercepat memakan waktu 3 jam 42 menit, dengan tarif kelas dua ¥134. Dari Stasiun Pusat Xining juga ada bus ke Delingha seharga ¥111, dengan waktu tempuh 7–9 jam
Peringkat buku panduan
3 / 5

Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 714. Buka di Google Maps

Tentang Delingha City

Kota ini terletak di tepi timur laut Cekungan Qaidam. Dalam puisi "Catatan Harian" (日记) yang ditulis penyair Hai Zi pada 1988, terdapat baris "Kakak, malam ini aku berada di Delingha", yang memberi kota ini nuansa puitis. Meskipun kota ini belum banyak dikenal, ada cukup banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Lukisan batu Huaitou Tala dibuat pada akhir Dinasti Utara dan masa Sui-Tang, dengan teknik yang halus, gaya yang unik, dan isi yang beragam. Danau Tuosu adalah danau asin pedalaman yang dikelilingi gurun Gobi tanpa batas, dengan permukaan air yang luas dan terbuka. Yang paling tidak boleh dilewatkan tentu saja Museum Puisi Hai Zi dan Hutan Batu Puisi Hai Zi, tempat Anda dapat merasakan kehidupan romantis sang penyair.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menuju Delingha City?

Dari Xining ada kereta menuju Delingha. Kereta cepat tercepat memakan waktu 3 jam 42 menit, dengan tarif kelas dua ¥134. Dari Stasiun Pusat Xining juga ada bus ke Delingha seharga ¥111, dengan waktu tempuh 7–9 jam

Di mana Delingha City?

Delingha City terletak di Xining, Qinghai Province, di wilayah Barat Laut China. Kota Delingha, Prefektur Otonom Mongol dan Tibet Haixi, Provinsi Qinghai

Tempat lain di Xining

Chaka Salt Lake Scenic Area — illustration

Chaka Salt Lake Scenic Area

Danau Garam Chaka terletak di Kota Chaka, Kabupaten Ulan, di bagian timur Cekungan Qaidam. Tempat ini merupakan pos penting Jalur Sutra kuno dan wajib dilalui untuk memasuki Xinjiang maupun Tibet. Di sini danau dan pegunungan berpadu dengan pemandangan yang memukau, terutama saat matahari terbit dan terbenam, ketika air dan langit menyatu dan cahaya senja memenuhi angkasa. Pada malam hari, terbentang lautan bintang yang paling indah, jernih dan murni, sehingga Anda dapat merasakan keluasan alam semesta.

¥60 (Mei–Oktober), ¥30 (November–April tahun berikutnya); kereta kecil sekali jalan ¥50, kapal sekali jalan ¥90, menara pandang ¥20 · 2~4 jam

Qinghai Lake Scenic Area — illustration

Qinghai Lake Scenic Area

Bagi Qinghai, Danau Qinghai ibarat Tembok Besar bagi Tiongkok, sehingga tempat ini wajib dikunjungi siapa pun yang berwisata ke Qinghai. Danau Qinghai memiliki panjang 105 km dan lebar 63 km, dengan permukaan air setinggi 3.196 m di atas permukaan laut. Ini adalah danau pedalaman terbesar sekaligus danau air asin terbesar di Tiongkok. Empat gunung setinggi 3.600–5.000 m mengelilinginya seperti empat tembok alami yang memeluk danau dengan erat. Pemandangan Danau Qinghai berubah mengikuti musim. Pada musim panas dan gugur, padang rumput yang luas seperti permadani hijau, dengan kawanan sapi dan domba bertebaran seperti mutiara. Pada musim dingin, permukaan danau membeku seperti cermin raksasa yang berkilau di bawah sinar matahari. Berwisata ke Danau Qinghai tidak hanya memperlihatkan keagungan alam, tetapi juga pemandangan wilayah penggembalaan dataran tinggi. Pengunjung dapat menunggang kuda atau yak, menjelajahi padang rumput, mendaki bukit pasir, atau mengunjungi rumah penggembala untuk merasakan budaya Tibet. Objek wisata utama di sekitar Danau Qinghai antara lain Gunung Riyue, Sungai Daotang, Pulau Burung, Padang Rumput Jinyintan, Kawasan Erlang Jian, dan ladang bunga rapeseed Menyuan.

Kawasan Erlang Jian: ¥90 (musim ramai), ¥50 (musim sepi); Kawasan Teluk Peri (Xiannü Wan): ¥60 (musim ramai), ¥30 (musim sepi) · 1~3 hari

Ta'er Monastery (Kumbum) — illustration

Ta'er Monastery (Kumbum)

Tar Monastery, dalam bahasa Tibet disebut “Kumbum Jampaling”, yang berarti “Patung Buddha Seratus Ribu Auman Singa”, dan telah berdiri lebih dari 600 tahun. Dari kejauhan, di bawah langit biru, berjejer stupa putih yang berdiri tenang di depan kuil. Namun begitu mendekat, warna-warni yang mencolok membuat pengunjung terkesima, dan kilau cemerlangnya tampak indah di atas dinding batu biru. Tempat ini adalah kuil terkenal di Tiongkok, tempat kelahiran Tsongkhapa, pendiri aliran Gelug dalam Buddhisme Tibet. Kuil ini adalah salah satu dari enam biara besar Gelug dan pusat kegiatan Buddhisme di wilayah barat laut. Tar Monastery dibangun mengikuti kontur gunung, mencakup area lebih dari 400.000 meter persegi, dengan lebih dari 10.000 ruang yang meliputi aula, ruang belajar, stupa, kediaman para living Buddha, asrama biksu, dan bangunan lainnya. Kompleks bangunan kuno ini memadukan gaya seni Tibet dan Han. Patung mentega, lukisan dinding, dan sulaman tumpuk (duixiu) disebut “Tiga Seni Terkemuka” Tar Monastery. Patung mentega dibuat dengan mencampurkan pewarna ke dalam mentega sehingga menjadi karya seni pahat yang indah. Konon, seni ini berasal dari Tibet: ketika Putri Wencheng menikah dengan Songtsen Gampo, ia membawa sebuah arca Buddha dari Chang'an yang kemudian dipersembahkan di Kuil Jokhang di Lhasa. Pada musim dingin yang keras, ketika tidak ada bunga untuk dipersembahkan kepada Buddha, para umat membuat bunga dari mentega sebagai ungkapan penghormatan. Setiap tahun pada Festival Lentera, tanggal 15 bulan pertama kalender lunar, para biksu seniman memamerkan patung mentega yang dibuat dengan cermat di dalam kuil, dan kini menjadi acara tahunan yang penting. Lukisan dinding adalah lukisan yang menghiasi dinding aula. Sebagian besar dilukis di atas kain panel, dan sebagian lain langsung di dinding dan balok. Pigmennya berasal dari mineral batu sehingga warnanya cerah dan tahan lama. Gaya lukisannya termasuk aliran lukisan keagamaan Buddhisme Tibet dengan cita rasa India-Tibet yang kuat. Sulaman tumpuk adalah seni khas Tibet yang diciptakan di Tar Monastery. Kain satin berwarna dipotong menjadi berbagai bentuk seperti patung Buddha, bunga, burung, dan binatang, lalu diisi wol atau kapas dan dijahit pada kain panel. Tema sulaman tumpuk sebagian besar berasal dari kisah-kisah Buddha dan kehidupan keagamaan, dan merupakan tradisi seni yang unik dari kuil ini.

¥70 (April–Oktober), ¥40 (November–Maret berikutnya); Butter Sculpture Hall, Printing Hall, lukisan dinding, dan thangka memerlukan tiket masuk; aula-aula kecil lainnya gratis · 3–5 jam

Zhuoer Mountain

Zhuoer Mountain

Kawasan Wisata Gunung Zhuoer adalah basis "Pengambilan Inspirasi Musisi" dan "Basis Kreasi Fotografer" yang terkenal di Provinsi Qinghai. Di sini terdapat bentang Danxia yang indah, Pegunungan Qilian yang berkelok-kelok, hamparan bunga rapeseed kuning cerah, hutan pegunungan, serta lembah-lembah dan padang rumput. Keragaman alam ini membentuk lanskap luas yang penuh warna.

¥80 (termasuk bus wisata) · 3–5 jam

Da Qaidam Emerald Lake

Danau Zamrud dinamai demikian karena airnya yang jernih berwarna biru kehijauan seperti batu giok zamrud di bawah sinar matahari. Warna air dan konsentrasi mineral di dalamnya dipengaruhi cuaca, sehingga warnanya dapat berbeda pada waktu yang berbeda. Saat angin tenang, permukaan danau seperti cermin yang memantulkan langit biru, awan putih, dan puncak-puncak bersalju Pegunungan Qaidam. Danau Zamrud hingga kini masih merupakan tempat alami yang belum dikembangkan. Meski namanya tidak sepopuler Danau Garam Chaka, pemandangannya sama sekali tidak kalah indah, begitu memesona hingga membuat napas tertahan. Keindahannya hanya bisa benar-benar dirasakan saat berada di sana.

¥50; kereta kecil ¥60 (pulang-pergi) · 1~2 jam

Kanbula Geopark

Kanbula adalah bentang alam Danxia yang khas, dengan permukaan batuan berwarna merah menyala seperti cahaya senja. Ciri utamanya meliputi puncak-puncak tajam, gunung meja (fangshan), gua, dan tebing curam. Gunung-gunung besarnya berbentuk tiang, menara, dan benteng, menjulang tegak dengan megah dan berwibawa. Bentuk-bentuk kecil menyerupai raksasa atau binatang, tampak hidup dalam beragam rupa yang menakjubkan, seolah dipahat oleh tangan dewa. Saat ini ada dua cara menjelajahi Kanbula, yaitu lewat air maupun darat. Dengan perahu wisata, Anda menyusuri lembah-lembah sambil menikmati pemandangan alam. Batuan Danxia yang merah menyala berpadu dengan air Sungai Kuning yang jernih, menciptakan suasana yang indah sekaligus tenang. Jika berkunjung saat musim bunga, Anda juga bisa menyaksikan hamparan bunga rapeseed kuning keemasan. Pemandangan dari darat berbeda dengan dari air: bendera doa (fengma) berkibar tertiup angin di puncak gunung, jalan berkelok menurun, dan sesekali tampak desa-desa Tibet di kedua sisi jalan, seperti surga tersembunyi yang damai.

Tiket masuk ¥45, kereta wisata ¥100, kapal wisata ¥100 per orang per kunjungan · 3~4 jam