Bingzhongluo
Pulau Peach (Taohua), Gunung Salju Gawagapu, Gerbang Batu Shimen, Kuil Puhua, Gereja Katolik Chongding, dan Tikungan Pertama Sungai Nu. Semua ini membuat warga Nujiang bangga,…

Bingzhongluo, Nujiang (Salween River) · AI illustration for China Trip
Fakta utama
- Tiket masuk
- Gratis Sepanjang hari
- Jam buka
- Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026)
- Waktu yang dibutuhkan
- 2–3 hari
- Cara menuju
- Terletak di Kabupaten Gongshan, Prefektur Nujiang; sekitar 5 jam berkendara sendiri dari Kota Liuku; atau dari pusat Kabupaten Fugong menyusuri Jalan Nasional G219 ke arah utara
- Peringkat buku panduan
- 5 / 5
Dari China Self Guided Travel 2025, halaman 275. Buka di Google Maps
Tentang Bingzhongluo
Pulau Peach (Taohua), Gunung Salju Gawagapu, Gerbang Batu Shimen, Kuil Puhua, Gereja Katolik Chongding, dan Tikungan Pertama Sungai Nu. Semua ini membuat warga Nujiang bangga, dan mereka yakin bahwa Shangri-La yang sejati berada di Bingzhongluo. Sesungguhnya, tempat dengan langit yang jernih, bunga-bunga gunung yang bermekaran, dan adat istiadat yang sederhana, itulah surga di dunia.
Tips dari buku panduan
- Musim terbaik: Setiap tahun, dari Oktober hingga April, adalah musim perjalanan yang paling cocok untuk Bingzhongluo.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa harga tiket Bingzhongluo?
Tiket masuk Bingzhongluo adalah Gratis Sepanjang hari, sesuai yang tercantum di buku panduan 2025. Harga bisa berubah; periksa saluran resmi sebelum berangkat.
Jam berapa Bingzhongluo buka?
Bingzhongluo buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026).
Bagaimana cara menuju Bingzhongluo?
Terletak di Kabupaten Gongshan, Prefektur Nujiang; sekitar 5 jam berkendara sendiri dari Kota Liuku; atau dari pusat Kabupaten Fugong menyusuri Jalan Nasional G219 ke arah utara
Berapa lama sebaiknya saya berada di Bingzhongluo?
Sediakan waktu 2–3 hari untuk Bingzhongluo.
Di mana Bingzhongluo?
Bingzhongluo terletak di Nujiang (Salween River), Yunnan Province, di wilayah Barat Daya China. Seberang SD Shuangla, Kabupaten Otonom Etnis Dulong dan Nu Gongshan, Prefektur Otonom Etnis Lisu Nujiang, Provinsi Yunnan
Tempat lain di Nujiang (Salween River)
Qiunatong Village
Qiunatong Village adalah desa terakhir di ujung utara Ngarai Besar Nu dan merupakan bagian terindah dari keseluruhan ngarai. Hutan purbanya lebat dan air terjunnya banyak. Penduduk setempat menyebutnya 'Taman Para Dewa'. Pegunungan Biluo Snow Mountain (碧罗雪山), padang rumput, hutan pinus, pohon tua, rumah kayu, pagar, sawah berundak, dan aliran sungai tersusun harmonis, membentuk kawasan pedesaan yang tenang dan damai, bak surga dunia. Desa ini dianggap sebagai 'desa kecil bak lukisan yang jatuh dari langit ke dunia fana'. Di desa ini juga terdapat sebuah gereja Katolik.
Gratis · 1 hari
Meili Highway Greenway
Jalur pelangi yang berliku di sepanjang Sungai Nu, pemandangan ngarai yang berganti di setiap langkah, dan setiap jepretan tampak seperti foto yang memukau. Di sini, tenangkanlah hati dan rasakan perubahan baru Sungai Nu.
Gratis · 1-2 hari
Dulongjiang Gorge
Ngarai Dulong ditetapkan oleh para pakar sebagai “museum alam tumbuhan liar” dan merupakan salah satu wilayah di Tiongkok yang paling utuh melestarikan ekosistem aslinya. Pegunungan bersalju membentang di sepanjang ngarai yang curam ini. Dari Oktober hingga Mei tahun berikutnya, salju menutup jalan pegunungan dan wilayah ini terisolasi dari dunia luar. Adat perempuan suku Dulong yang “melukis wajah” dan “menato wajah” sarat dengan pesona etnis, dan sebagian perempuan lanjut usia masih memiliki tato di wajah hingga sekarang.
Gratis · 1–2 hari
Biluo Snow Mountain
Lokasi syuting film Biluo Snow Mountain. Ekosistem alami Gunung Salju Biluo terjaga sangat utuh. Iklim di pegunungan ini berubah drastis, air terjun bertebaran, dan danau-danau gunung berkumpul di sana, sehingga dijuluki “gunung seribu air terjun dan seribu danau”. Pada peralihan musim semi dan musim panas, kabut naik dari lembah, dan menyaksikan matahari terbit atau terbenam dari puncak tertingginya sangat memukau.
Gratis · 1 hari
Wuli Village
Wuli Village (雾里村) adalah desa kecil di sepanjang Jalan Teh-Kuda Kuno (茶马古道). Pemandangannya bak lukisan: rumah kayu khas masyarakat Nu tersaput kabut pagi, berpadu dengan asap dapur yang mengepul, ladang hijau, dan air Sungai Nu yang biru jernih, menciptakan suasana bak negeri dongeng.
Gratis · 3–5 jam
Gaoligongshan National Nature Reserve
“Gaoligong” berarti “gunung keluarga Gaoli”. Kawasan ini merupakan satu-satunya wilayah luas di bumi yang sejauh ini diketahui melestarikan transisi dari hutan hujan tropis basah ke hutan beriklim sedang. Karena keanekaragaman hayati flora dan faunanya, dunia akademik menyebutnya “bank gen spesies dunia”. Di kawasan ini terdapat “Raja Rhododendron Dunia”, yang setiap tahunnya berbunga lebih dari 40.000 kuntum. Selain itu, air terjun, mata air, dan danau bersalju tersebar di mana-mana, menjadikan tempat ini surga bagi fotografer dan pendaki.
Gratis · 1–3 jam