# Yamdrok Lake (羊卓雍错)

Shannan, Tibet Autonomous Region · Barat Daya, China · Peringkat buku panduan: 5/5
Canonical: https://cnatrip.com/id/places/yamdrok-lake
Language: id

## Fakta utama

- **Tiket masuk:** Gratis
- **Jam buka:** Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026)
- **Waktu yang dibutuhkan:** 1～3 jam
- **Alamat:** Terletak di antara Kabupaten Nagarzê (浪卡子县) dan Kabupaten Gongga (贡嘎县), Kota Shannan (山南市), Tibet
- **Cara menuju:** Jika naik bus, Anda dapat turun di dekat Jembatan Sungai Yarlung Tsangpo (雅鲁藏布江大桥), lalu naik taksi untuk berkeliling Danau Yamdrok. Menyewa jip carter lebih mahal; umumnya jip untuk enam orang disewa dengan biaya ¥1.500～2.000 per hari, sedangkan taksi biasa sering tidak bisa melewati jalan yang buruk.
- **Dengan mobil:** Dari Lhasa, melewati Jembatan Qushui (曲水大桥), belok kiri menuju Bandara Gonggar (贡嘎机场), sedangkan belok kanan menuju Danau Yamdrok. Di sisi kanan jalan terlihat Pembangkit Listrik Yamdrok. Jalan ini berkelok-kelok menanjak dan melintasi Gampa La (甘巴拉山口) setinggi 5.030 meter. Begitu melewati celah gunung, Anda akan melihat Danau Yamdrok dan Puncak Nyenchen Kangsha yang menjulang di kejauhan.
- **Cocok untuk:** Fotografi, Alam

## Tentang Yamdrok Lake

Air Danau Yamdrok disebut sebagai air terindah. Jika Anda beruntung bisa melintasi Danau Yamdrok saat cuaca cerah, Anda tidak akan sia-sia datang ke Tibet seumur hidup.
Danau Yamdrok (羊卓雍错) terletak di Kabupaten Nagarzê, Kota Shannan, dan merupakan salah satu objek wisata penting di jalan lama dari Lhasa ke Shigatse; biasa disebut “Danau Yang”. Danau ini adalah salah satu dari tiga danau suci di Tibet, berada pada ketinggian 4.441 meter, memanjang 130 km dari timur ke barat dan 70 km dari utara ke selatan, dengan luas total 638 km². Bentuk danau ini sempit memanjang, lebih menyerupai sungai besar yang tertahan di lembah pegunungan.
Karena gunungnya sangat tinggi, cuacanya sangat mudah berubah. Jika hujan atau berkabut, rasanya seperti naik vertikal sejauh 1.000 meter di dalam kotak besi. Ketika melihat bendera doa di Gampa La, barulah penderitaan perjalanan terasa berakhir. Jalur ini termasuk yang kondisinya relatif baik selama perjalanan, tetapi juga terasa sangat menegangkan. Di sisi lain gunung terbentang Danau Yamdrok yang indah, teluk tenang di bawah langit biru; warnanya yang murni begitu lembut hingga membuat orang ingin memilikinya.
Setelah berhenti sejenak di celah gunung, kendaraan akan menuju tepi danau, dan selama perjalanan panjang berikutnya Anda akan terus menyusuri danau. Pemandangan itu bahkan akan terus terbawa dalam mimpi Anda setelah Anda lelah menatap dan tertidur.

## Tips dari buku panduan

- 1. Musim terbaik: setiap tahun pada musim panas, yaitu Juli hingga September, saat udara lembap dan suhunya nyaman. Danau Yamdrok adalah danau air asin berkonsentrasi rendah yang mulai membeku pada pertengahan November, dengan lapisan es setebal setengah meter. Karena sinar ultraviolet sangat kuat, sebaiknya oleskan tabir surya saat keluar. Pada musim dingin yang ekstrem, bawalah pakaian hangat yang cukup. Sebaiknya hindari hujan saat berkunjung ke Danau Yamdrok, karena jika hujan Anda tidak akan melihat apa-apa.
- 2. Aliran lumpur dan batu: Pada musim hujan di bulan Agustus, aliran lumpur dan batu berskala besar seakan membuat seluruh gunung bergerak, seolah-olah hendak mengisi penuh lembah. Jalan raya baru dibuka kembali di atas aliran lumpur tersebut.
- 3. Legenda: Menurut catatan sejarah, bentuk Danau Yamdrok menyerupai kalajengking. Konon, danau ini dahulu terbagi menjadi sembilan danau kecil. Dakini Yeshe Tsogyal (益西措嘉) khawatir banyak makhluk di dalam danau akan mati kekeringan, sehingga ia melemparkan emas ke udara sambil berdoa dan membaca mantra, lalu menyatukan semua danau kecil menjadi satu. Bentuknya seperti tangan Padmasambhava (莲花生大士) yang menggenggam kalajengking besi, itulah sebabnya banyak nama tempat di wilayah ini berkaitan dengan kalajengking. Di pulau Yumbudo (雍布多), yang terletak di posisi jantung kalajengking, terdapat reruntuhan sebuah kuil kecil aliran Nyingma yang dibangun pada pertengahan abad ke-16 oleh Renzeng Duo'e Jiong (仁增多俄迥), dan di dekat kuil ini terdapat jejak telapak tangan Padmasambhava.
- 4. Biara Samding: Di puncak gunung yang curam dan terjal di sebelah barat daya Danau Yamdrok terdapat Biara Samding (桑顶寺), tempat disemayamkannya tubuh Dorje Phagmo (多吉帕姆) dari setiap generasi. Bentuk keseluruhan biara ini menyerupai Istana Potala di Lhasa, dengan Istana Merah dan Istana Putih.

---
Sumber: China Self-Guided Travel 2025 (《中国自助游》, Tianjin Science & Technology Press, Aug 2024), p. 598. Harga, jam buka, dan detail transportasi sesuai yang tercetak di edisi Agustus 2024 dan mungkin sudah berubah. Selalu konfirmasi dengan tempat terkait sebelum Anda bepergian.
Site: China Trip (https://cnatrip.com) — independent China travel guide in 13 languages.