# Jiajiang Thousand Buddha Cliff (夹江千佛岩)

Chengdu, Sichuan Province · Barat Daya, China · Peringkat buku panduan: 4/5
Canonical: https://cnatrip.com/id/places/jiajiang-thousand-buddha-cliff
Language: id

## Fakta utama

- **Tiket masuk:** ¥50
- **Jam buka:** 9：00—17：30
- **Waktu yang dibutuhkan:** 2–3 jam
- **Alamat:** 3 km di barat Kota Jiajiang, Kota Leshan
- **Cara menuju:** Setiap hari ada beberapa perjalanan dari Stasiun Xinnanmen Chengdu ke Jiajiang, tarif sekitar ¥33 per orang. Setelah tiba di Jiajiang, naiklah bus No. 1 atau taksi ke kawasan wisata
- **Dengan mobil:** Dari Chengdu, ikuti Jalan Tol Chengdu–Leshan, keluar di Jiajiang untuk langsung menuju pusat Kota Jiajiang, lalu ikuti petunjuk ke kawasan wisata. Total sekitar 120 km, dengan kondisi jalan yang sangat baik
- **Cocok untuk:** Sejarah & budaya, Kuil, Alam

## Tentang Jiajiang Thousand Buddha Cliff

Tebing Seribu Buddha Jiajiang memiliki pemandangan yang indah, berdiri di antara gunung dan air, dan disebut “tempat terbaik di Sungai Qingyi”. Gunung Daguan dan Bukit Yifeng saling berhadapan, sementara Sungai Qingyi berliku di tengahnya, membentuk pemandangan memesona “dua gunung berhadapan, satu sungai mengalir di antaranya”. Di tebing batu di tepi kiri Sungai Qingyi terdapat lebih dari 200 gua dengan lebih dari 2.400 arca pahatan Buddha, sehingga disebut “Tebing Seribu Buddha”. Arca tebing ini dipahat sedikit lebih awal dari Patung Buddha Leshan, mulai dibuat pada masa Dinasti Sui, berkembang pada masa Tang, dan berlanjut hingga Ming dan Qing. Namun berbeda dengan Patung Buddha Leshan, arca di Tebing Seribu Buddha sebagian besar dipahat secara swadaya oleh masyarakat, sehingga isi dan bentuk artistiknya lebih beragam dan kaya. Arca tersusun dengan tidak beraturan namun harmonis: ada yang hanya menempati satu gua, ada pula lebih dari seratus arca dalam satu gua; ada yang lebih besar dari satu zhang, ada yang lebih kecil dari satu chi. Bentuknya indah, teknik pahatannya halus, posturnya beragam dan penuh warna, dan yang paling terkenal adalah gaya “Jingtu” (Tanah Suci). Selain arca tebing, terdapat pula banyak prasasti dari berbagai dinasti.

---
Sumber: China Self-Guided Travel 2025 (《中国自助游》, Tianjin Science & Technology Press, Aug 2024), p. 359. Harga, jam buka, dan detail transportasi sesuai yang tercetak di edisi Agustus 2024 dan mungkin sudah berubah. Selalu konfirmasi dengan tempat terkait sebelum Anda bepergian.
Site: China Trip (https://cnatrip.com) — independent China travel guide in 13 languages.