# Panduan wisata Shigatse (日喀则)

Tibet Autonomous Region · Barat Daya, China · 16 tempat
Canonical: https://cnatrip.com/id/destinations/tibet/shigatse

## Itinerari singkat

- **Hari 1:** Lhasa → Danau Yamdrok (termasuk wilayah Shannan, lihat bagian Shannan) → Benteng Gyantse Dzong → Biara Baiju → Manor Palha (bermalam di Gyantse)
- **Hari 2:** Gyantse → Istana Baru Panchen → Biara Tashilhunpo → Biara Shalu (bermalam di Shigatse)
- **Hari 3:** Shigatse → Biara Sakya → Biara Rongbuk → Everest

## Suasana tempat ini

- **Di Jalan:** Manusia terasa sangat kecil di sana; kita menumpang di dalam “Toyota Land Cruiser”, dan setiap hari yang dilakukan hanyalah duduk di dalam mobil sambil menatap ke luar. Menjelang Shigatse, di jalan menuju kawasan pertanian Tibet, ada ladang barley dan pepohonan rimbun yang menyerupai lorong panjang. Bendera doa berkibar sunyi di atap-atap rumah pertanian gaya Tibet, dan cahaya keemasan matahari terbenam memenuhi pandangan. Melintasi gunung demi gunung, jalan berlumpur terus merendam roda, deru penggerak empat roda terdengar berulang kali, dan bagian bawah mobil yang tinggi berkali-kali terangkat oleh batu besar. Saat hening, Anda bisa melihat kelinci dan antelop berdiri di tebing batu memandangi Anda. Gunung bersalju dan danau yang jernih, langit biru yang memikat, udara yang tipis… Jalan selalu berujung; berhenti sejenak di bawah puncak tertinggi di ujung langit. Sebenarnya, keindahan itu sudah ada sejak di jalan.
- **Orang Asing di Jalan:** Di musim hujan Shigatse, kondisi jalan sangat buruk. Jika Anda melewati jalan ini, Anda akan menjumpai lembah kecil di pinggir jalan, yang biasanya terdapat perkemahan dengan tenda-tenda. Di tengah udara dingin dan udara tipis di ketinggian, Anda bisa melihat orang asing berkeliaran di perkemahan dengan celana pendek. Mereka sendiri menjadi salah satu pemandangan di sepanjang jalan.
- **Pengumuman Pencarian Orang:** Setelah melewati ketinggian 5.000 meter, biasanya Anda hanya akan bertemu orang Tibet, yak, dan orang asing. Pria dan wanita, ada yang memikul ransel dan berjalan kaki, ada pasangan lanjut usia yang mengayuh sepeda aneh, ada pemuda tampan yang menunggang kuda pelan menuju pegunungan bersalju. Di dinding restoran kecil di desa-desa terpencil yang dilewati, terdapat pengumuman pencarian orang yang ditulis dalam berbagai bahasa.
- **Budaya Keagamaan yang Kental:** Shigatse adalah tempat kediaman para Panchen Erdeni dari generasi ke generasi, dan memiliki banyak biara yang sangat terkenal, seperti Biara Tashilhunpo, Biara Sakya, Biara Baiju, dan Biara Shalu. Semua ini membentuk budaya keagamaan yang kental, yang memadukan berbagai aliran.

## Suasana

### Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berangkat

1. Mengurus izin perbatasan: Untuk pergi ke Everest dan Pelabuhan Zhangmu, Anda perlu mengurus izin perbatasan. Karena kedua tempat tersebut hanya bisa dicapai dengan mobil carteran dari agen perjalanan, mengurusnya langsung melalui agen perjalanan sangat praktis.

2. Menyewa mobil off-road: Di Tibet, Toyota Land Cruiser adalah model standar. Toyota 60 model lama itu tangguh dan awet, tetapi odometernya biasanya sudah rusak, sehingga angkanya bisa saja sudah berputar mengelilingi bumi beberapa kali. Model Toyota baru lainnya lebih mahal, tetapi kondisinya lebih baik, dan biasanya disewakan kepada orang asing atau digunakan oleh instansi pemerintah. Ngomong-ngomong, Toyota V8 adalah simbol status; jumlah kepemilikannya di Lhasa menempati peringkat pertama di seluruh negeri. Lapang, nyaman, dan mewah, bisa disebut kapal induk di darat.

3. Memilih agen perjalanan: Di Jalan Danjielin dan Jalan Duosen, di sebelah utara Jokhang, terdapat banyak agen perjalanan kecil. Disarankan untuk bertanya di beberapa tempat, dan saat menandatangani kontrak, periksa dengan teliti setiap klausulnya.

### Ekonomi dan Adat Istiadat di Shigatse

Ekonomi di wilayah Shigatse masih tradisional, dan masyarakatnya sederhana serta ramah. Saat memotret warga Tibet mana pun, mereka biasanya tidak akan menatap sambil meminta uang; memberi anak-anak Tibet alat tulis dan makanan umumnya juga disambut dengan sopan.

### Kondisi Jalan

Dari Lhasa menuju Danau Yamdrok, Anda harus melewati tanjakan yang sangat panjang. Di beberapa titik, jalannya hanya cukup untuk dua mobil berpapasan, seluruhnya berupa jalan tanah berbatu. Tanjakan ini, dari sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut hingga Gampa La di ketinggian 5.030 meter, berliku-liku di tebing dan lembah. Bagi yang penakut, sebaiknya tidak duduk di sisi kanan mobil; cukup dengan membuka pintu, Anda bisa langsung terjatuh ke jurang sedalam ratusan meter.

### Persiapan dan Informasi

### Bahasa

Di jalan menuju pegunungan bersalju, sering kali butuh setengah hari untuk melewati satu desa kecil yang sederhana, dan komunikasi bahasa menjadi masalah penting.


## Transportasi

Mengunjungi Everest (Qomolangma) adalah salah satu rute klasik dalam perjalanan ke Tibet, dan umumnya tersedia di biro perjalanan mana pun. Dari Lhasa ke Everest sekitar 650 km; karena rute yang ditempuh berbeda-beda, total perjalanan pulang-pergi sekitar 1500 km. Rute tur biro perjalanan biasanya diatur lebih dari 5 hari, dengan harga musim ramai ¥5000～¥8000 (sekitar ¥1000 per hari per mobil), sudah termasuk semua biaya kecuali tiket objek wisata di sepanjang jalan dan makan serta menginap wisatawan. Sebenarnya, selain tiket dan makan-menginap, sulit untuk menghabiskan uang di luar itu.

Di depan Rumah Sakit Tibet di dekat Kuil Jokhang selalu ada mobil sewaan, tetapi bagi wisatawan biasa harganya tidak lebih murah dibanding biro perjalanan, dan jalan menuju Everest sangat sulit sehingga mobil di tengah jalan pasti bisa bermasalah. Biaya dan kerepotan yang timbul dari hal itu sulit dibagi. Karena itu, disarankan menyewa mobil melalui biro perjalanan; mereka akan membelikan asuransi, mengatur sopir, dan menyediakan penumpang lain (umumnya mobil sewaan berisi 5 orang: 4 di kursi belakang dan 1 di kursi depan sebelah sopir, jadi sebaiknya teman perjalanan Anda yang paling kurus). Anda juga bisa memperhatikan papan pesan di Balang Xue (八朗学) dan Jiri (吉日), karena di sana sering ada orang yang mencari teman seperjalanan.


## Makan & minum

### Restoran Rekomendasi

- **Pengbi (朋必)** — Di daerah setempat, hanya penduduk Shigatse yang tahu apa itu pengbi. Pengbi adalah jajanan yang dibuat dari tepung kacang polong. Cara makannya juga unik: telapak tangan dijadikan mangkuk dan jari dijadikan sumpit, dan Anda bisa makan sambil berjalan di jalanan, sangat menyenangkan. Penduduk Shigatse berkelakar: belum makan pengbi berarti belum benar-benar pernah ke Shigatse.
- **Sosis Darah Tibet** — Setiap kali menyembelih seekor domba, petani dan penggembala di wilayah Tibet akan memasukkan darah domba ke dalam usus halus lalu merebusnya untuk dimakan. Sosis darah bergaya Tibet berbeda dengan aneka sosis rasa Guangdong dan Sichuan yang biasa kita makan; saat berada di Tibet, cobalah.
- **Restoran Tibet Fengsheng (Cabang Jalan Pejalan Kaki Xigaze)** — Restoran Tibet yang sangat populer di kalangan penduduk setempat, dengan suasana khas Tibet yang kental dan pelayanan yang cukup baik. (20 meter timur laut dari persimpangan Jalan Banggakong dan Jalan Wisata Xigaze (No. 62 Jalan Pejalan Kaki), 15726720000)
- **Wuerduo Dayuanyuan** — Restoran yang cukup bagus di kota Shigatse, dengan bangunan depan yang luas dan suasana bernuansa modern yang kental dengan gaya Tibet. Hidangannya sudah dimodifikasi dan rasanya cukup enak, sehingga banyak wisatawan dari luar daerah datang ke sini. (Jalan Zade Barat No. 10, seberang Deqing Puzhang, 18514263474)

## Penginapan

Shigatse adalah kota terbesar kedua di Tibet. Banyak orang berangkat dari sini menuju Everest, Pelabuhan Zhangmu, wilayah Ngari, bahkan Nepal, sehingga arus wisatawannya cukup besar. Akomodasi di Shigatse terutama terpusat di kota, dengan banyak pilihan hotel, penginapan, dan hostel kecil di berbagai kelas harga, mulai dari puluhan hingga ratusan yuan (¥). Banyak penginapan dan hostel kelas menengah ke bawah hanya menyediakan air panas pada jam-jam tertentu karena keterbatasan fasilitas, jadi pastikan menanyakannya lebih dulu.


## Yang bisa dilihat

- **Dzong Hill Anti-British Site (Zongshan)** (★★★): Tiket masuk Benteng tidak dibuka untuk umum; alun-alun di bawah benteng gratis untuk dikunjungi; Jam buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026); Waktu yang dibutuhkan 1 jam — https://cnatrip.com/id/places/dzong-hill-anti-british-site-zongshan
- **Palcho Monastery (Pelkor Chode)** (★★★★): Tiket masuk Mulai dari ¥60 (anak di bawah 1,2 meter/di bawah 6 tahun gratis; usia 60-64 tahun gratis pada hari biasa dan setengah harga pada hari libur; usia 65 tahun ke atas gratis; tentara/penyandang disabilitas dan lainnya gratis); Jam buka 9：00—19：00; Waktu yang dibutuhkan 1–2 jam — https://cnatrip.com/id/places/palcho-monastery-pelkor-chode
- **Pala Manor** (★★★): Tiket masuk ¥30; Jam buka 9：00—18：00; Waktu yang dibutuhkan 1–2 jam — https://cnatrip.com/id/places/pala-manor
- **Sakya Monastery** (★★★★): Tiket masuk ¥60; Jam buka 9：00—18：30; Waktu yang dibutuhkan 1–3 jam — https://cnatrip.com/id/places/sakya-monastery
- **Shalu Monastery** (★★★★): Tiket masuk ¥60; Jam buka 9：30—17：00; Waktu yang dibutuhkan 3 jam — https://cnatrip.com/id/places/shalu-monastery
- **Panchen Lama's New Palace (Dekyi Phodrang)** (★★★): Tiket masuk ¥30; Jam buka 9：00—18：00 — https://cnatrip.com/id/places/panchen-lama-s-new-palace-dekyi-phodrang
- **Tashilhunpo Monastery** (★★★★★): Tiket masuk Musim ramai ¥100, musim sepi ¥55 (gratis pada Festival Lompat Buddha); Jam buka 9：00—18：00; Waktu yang dibutuhkan 2 jam — https://cnatrip.com/id/places/tashilhunpo-monastery
- **Rongbuk Monastery** (★★★): Tiket masuk ¥30; Jam buka 09:00-18:00 (sepanjang tahun 2026, mungkin tutup pada musim dingin); Waktu yang dibutuhkan 1–3 jam — https://cnatrip.com/id/places/rongbuk-monastery
- **Zhangmu Port** (★★★★): Tiket masuk Gratis — https://cnatrip.com/id/places/zhangmu-port
- **Shishapangma** (★★★): Tiket masuk Gratis; Jam buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026); Waktu yang dibutuhkan 1–2 jam — https://cnatrip.com/id/places/shishapangma
- **Peiku Tso Lake** (★★★): Tiket masuk Termasuk dalam tiket gabungan kawasan Shishapangma; Jam buka 9：00—18：00; Waktu yang dibutuhkan 1 jam — https://cnatrip.com/id/places/peiku-tso-lake
- **Samzhubze Dzong Fortress** (★★★★): Tiket masuk Gratis; Jam buka 09:00-17:00 (sepanjang tahun 2026); Waktu yang dibutuhkan 1 jam — https://cnatrip.com/id/places/samzhubze-dzong-fortress
- **Mount Everest (Qomolangma)** (★★★★★): Tiket masuk Biaya masuk kawasan ¥160; bus wisata ¥120; Jam buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026); Waktu yang dibutuhkan 1-2 hari — https://cnatrip.com/id/places/mount-everest-qomolangma
- **Everest Base Camp** (★★★★★): Tiket masuk Termasuk dalam biaya perlindungan ekologi Gunung Everest; Jam buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026, mungkin tutup pada musim dingin); Waktu yang dibutuhkan 1-3 jam — https://cnatrip.com/id/places/everest-base-camp
- **Rongbuk Glacier** (★★★★★): Tiket masuk Gratis; Jam buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026); Waktu yang dibutuhkan 1 jam — https://cnatrip.com/id/places/rongbuk-glacier
- **Karola Glacier** (★★★★): Tiket masuk ¥50; Jam buka Buka sepanjang hari (sepanjang tahun 2026); Waktu yang dibutuhkan 1–2 jam — https://cnatrip.com/id/places/karola-glacier

---
Sumber: China Self-Guided Travel 2025 (《中国自助游》, Tianjin Science & Technology Press, Aug 2024), pp. 551–569. Harga, jam buka, dan detail transportasi sesuai yang tercetak di edisi Agustus 2024 dan mungkin sudah berubah. Selalu konfirmasi dengan tempat terkait sebelum Anda bepergian.